Peringatkan Si Tukang Ghibah Bukan Justru Mendengarkannya

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata:

ูˆุงุนู„ู… : ุฃู† ุงู„ู…ุณุชู…ุน ู„ู„ุบูŠุจุฉ ุดุฑูŠูƒ ููŠู‡ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠุชุฎู„ุต ู…ู† ุฅุซู… ุณู…ุงุนู‡ุง ุฅู„ุง ุฃู† ูŠู†ูƒุฑ ุจู„ุณุงู†ู‡ุŒ ูุฅู† ุฎุงู ูุจู‚ู„ุจู‡ ูˆุฅู† ู‚ุฏุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุŒ ุฃูˆ ู‚ุทุน ุงู„ูƒู„ุงู… ุจูƒู„ุงู… ุขุฎุฑุŒ ู„ุฒู…ู‡ ุฐู„ูƒ . ูˆู‚ุฏ ุฑูˆู‰ ุนู† ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ : ู…ู† ุฃุฐู„ ุนู†ุฏู‡ ู…ุคู…ู† ูˆู‡ูˆ ูŠู‚ุฏุฑ ุฃู† ูŠู†ุตุฑู‡ ุฃุฐู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุนู„ู‰ ุฑุคูˆุณ ุงู„ุฎู„ุงุฆู‚ ” ูˆู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… : ” ู…ู† ุญู…ู‰ ู…ุคู…ู†ุงู‹ ู…ู† ู…ู†ุงูู‚ ูŠุนูŠุจู‡ุŒ ุจุนุซ ุงู„ู„ู‡ ู…ู„ูƒุงู‹ ูŠุญู…ู‰ ู„ุญู…ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ู† ู†ุงุฑ ุฌู‡ู†ู… ” ูˆุฑุฃู‰ ุนู…ุฑ ุจู† ุนุชุจุฉ ู…ูˆู„ุงู‡ ู…ุน ุฑุฌู„ ูˆู‡ูˆ ูŠู‚ุน ููŠ ุขุฎุฑุŒ ูู‚ุงู„ ู„ู‡ : ูˆูŠู„ูƒ ู†ุฒู‡ ุณู…ุนูƒ ุนู† ุงุณุชู…ุงุน ุงู„ุฎู†ุง ูƒู…ุง ุชู†ุฒู‡ ู†ูุณูƒ ุนู† ุงู„ู‚ูˆู„ ุจู‡ุŒ ูุงู„ู…ุณุชู…ุน ุดุฑูŠูƒ ุงู„ู‚ุงุฆู„ุŒ ุฅู†ู…ุง ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุดุฑ ู…ุง ููŠ ูˆุนุงุฆู‡ ูุฃูุฑุบู‡ ููŠ ูˆุนุงุฆูƒ

Ketahuilah, bahwasanya menjadi pendengar ghibah sama juga terlibat dalam ghibah. Dia tidak akan lepas dari dosa mendengarkannya kecuali jika dia mengingkari dengan lisannya, jika dia takut minimal ingkari dengan hatinya. Jika dia mampu meluruskan atau memutuskan pembicaraan ke pembicaraan lain maka lakukanlah itu.

Diriwayatkan dari Nabi ๏ทบ bahwa Beliau bersabda: โ€œBarang siapa yang dihadapannya ada seorang muโ€™min direndahkan, padahal dia mampu membelanya, maka Allah akan rendahkan dia dihadapan para makhluk.โ€ 1]

Dalam hadits lain: โ€œBarang siapa yang melindungi seorang muโ€™min dari munafiq yang menggunjingnya maka Allah akan utus malaikat untuk menjaga dagingnya dari sengatan neraka Jahanam pada hari kiamat.โ€ 2]

Umar bin Utbah melihat pelayannya sedang bersama seseorang yang sedang menggunjing orang lain. Beliau berkata:

โ€œCelaka kamu, jagalah telingamu dan jangan dengarkan pembicaraan yang kotor, sebagaimana kamu menjaga lisanmu dari pembicaraan kotor, karena orang yang mendengarkan adalah sekutu bagi orang yang membicarakan. Dia melihat sesuatu yangย  buruk ada di bejananya lalu menuangkan keburukan itu ke bejanamu.”

📚 Imam Ibnu Qudamah, Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ar Rub’uts Tsaalits, Hal. 30-31

🌷☘🌺🌴🍃🌸🌾🌻

Farid Nu’man Hasan


🌴🌴🌴🌴🌴🌴

1] HR. Ahmad No. 15985, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 7227, Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 5554. Semua perawinya terpercaya kecuali Ibnu Lahi’ah, dia terkenal dhaifnya. Para ulama mendhaifkan hadits ini seperti Syaikh Syuaib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad No. 15985), Syaikh Al Albani (Dhaiful Jami’ No. 5380). Tapi, Imam As Suyuthi menyatakan: hasan. (Al Jaami’ Ash Shaghiir No. 8375)

2] HR. Abu Daud No. 4885, Ahmad No. 15649, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 7225, Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 433. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Syuaib Al Arnauth. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 15649). Namun dihasankan oleh Syaikh Al Albani. (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 4883)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top