Tafsir Surat Al Mulk (Bagian 11)

📂 ALLAH MAHA PENOLONG, ALLAH PEMBERI REZEKI

📌 NASH AYAT

ุฃูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุฌูู†ู’ุฏูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุฅูู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุบูุฑููˆุฑู

(20) ุฃูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ููƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุฑูุฒู’ู‚ูŽู‡ู ุจูŽู„ู’ ู„ูŽุฌู‘ููˆุง ูููŠ ุนูุชููˆู‘ู ูˆูŽู†ููููˆุฑู (21)

TERJEMAH

  • Atau siapakah yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain Allah yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanya dalam keadaan tertipu daya ( ayat 20)
  • Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri. (ayat 21)

📌TINJAUAN BAHASA

ุฌูู†ู’ุฏูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’

Tentara bagimu

ุฅูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุฑูุฒู’ู‚ูŽู‡ู

Menahan rezeki

📌 KANDUNGAN AYAT

Dalam ayat ini Allah menggambarkan kekuasan-Nya yang bisa melindungi apapun dan tiada pelindung selain Allah. Disini Allah mengajukan pertanyaan kepada orang-orang kafir, tentang siapakah yang bisa menolong mereka dari musuh, kecuali Allah. Juga siapakah yang bisa menyelamatkan dari takdir buruk yang menimpa mereka, sehingga mereka selamat? Jawabnya yaitu Allah. ( Tafsir Taysir al Karim ar Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan, As Saโ€™di,1/877)

Tiada yang memiliki kekuatan hebat, melainkan semua atas izin Allah, kekuatan manusia nyata terbatas, meski bertabur materi dan tekhnologi. Namun kekuatan Allah dan kekuasaan-Nya yang kan kekal dunia hingga akherat. Meski jika semua manusia didunia berkumpul untuk mencelakakan, namun jika Allah berkehendak menolong maka tak akan ada pengaruh apa-apa bagi Allah.

Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam:

ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŽ ู„ูŽูˆู’ ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ย  ูŠูŽู†ู’ููŽุนููˆู’ูƒูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ููŽุนููˆู’ูƒูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูƒูŽุŒ ูˆูŽุฅูู†ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ููˆู’ูƒูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ููˆู’ูƒูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

โ€ฆKetahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimuโ€ฆ( HR At Tirmidzi,7/228-229 โ€“Tuhfatul Ahwadzi no. 2516)

Namun orang-orang kafir mereka terpedaya rasa aman dan tinggi hati dari azab Allah, sungguh apa yang mereka lakukan dengan keingkaran adalah bentuk penentangan nyata kepada Allah, padahal Allah mengungkapkan, โ€œSiapakah yang dapat menyelamatkan dari azab Allah kecuali Allahโ€? ( Fi Dzilalil Qurโ€™an, Sayid Qutub,6/3643)

📌 Rezeki Berasal Dari Allah

Lebih jauh As Syahid Sayyid Qutub mengkritisi sifat manusia yang lebih mendahulukan sebab-sebab untuk memperoleh rezeki dari pada meyakini bahwa rezeki itu pemberian dan karunia Allah.

ูˆููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุฏู„ูˆู„ ุงู„ูƒุจูŠุฑ ุงู„ูˆุงุณุน ุงู„ุนู…ูŠู‚ ุชู†ุทูˆูŠ ุณุงุฆุฑ ุงู„ู…ุฏู„ูˆู„ุงุช ุงู„ู‚ุฑูŠุจุฉ ู„ูƒู„ู…ุฉ ุงู„ุฑุฒู‚ุŒ ู…ู…ุง ูŠุชูˆู‡ู… ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู†ู‡ุง ู…ู† ูƒุณุจู‡ ูˆููŠ ุทูˆู‚ู‡ุŒ ูƒุงู„ุนู…ู„ุŒ ูˆุงู„ุฅุจุฏุงุนุŒ ูˆุงู„ุฅู†ุชุงุฌ.. ูˆูƒู„ู‡ุง ู…ุฑุชุจุทุฉ ุจู‚ูŠุงู… ุงู„ุฃุณุจุงุจ ูˆุงู„ุนู†ุงุตุฑ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุฌู‡ุฉ ูˆู…ุชูˆู‚ูุฉ ุนู„ู‰ ู‡ุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ู„ู„ุฃูุฑุงุฏ ูˆุงู„ุฃู…ู…….

Ini adalah petunjuk besar, luas dan dalam dari segala petunjuk terkait kalimat rizqi. Sebagian manusia mengira bahwa rezeki berasal dari usaha, kemampuan, kerja, kreasi dan produksi saja, ketahuilah semua itu hanyalah sebab-sebab dan unsur-unsur belaka. Yang paling utama adalah keyakinan bahwa Rezeki adalah karunia yang Allah berikan kepada seseorang atau suatu kaumย ย  ( Fi Dzilalil Qurโ€™an, 6/3643)

📌Hikmah Ayat

  • Yang memberikan rasa aman dan ketenangan adalah Allah, semakin dekat dengan Allah maka hidup akan semakin tenang.
  • Yang member rezeki adalah Allah, adapun usaha, kerja dan kreasi manusia hanyalah sebab untuk meraih rezeki yang sudah ditakdirkan Allah kepada manusia.

🌺🌸🍃🌹🍀🌾🌴🌾

โœ Fauzan Sugiono

Serial Tafsir Surat Al Mulk:

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 1) Gambaran Umum Surat Al Mulk

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 2)

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 3) Amal Terbaik

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 4) Allah Menciptakan Tujuh Langit Berlapis-lapis

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 5) Bintang dilangit dijadikan Allah alat pelempar syetan

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 6) ILUSTRASI MURKA NERAKA KEPADA ORANG-ORANG KAFIR

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 7) PENYESALAN ORANG-ORANG KAFIR

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 8) ALLAH MENGETAHUI YANG TERSEMBUYI DAN NYATA

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 9) ALLAH MAHA PEMBERI RASA AMAN

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 10) DESKRIPSI KEKUASAAN ALLAH PADA SEEKOR BURUNG

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 11) ALLAH MAHA PENOLONG, ALLAH PEMBERI REZEKI

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 12) Perumpamaan Orang Yang Mendapat Petunjuk

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 13) Nikmat Pendengaran, Penglihatan dan Hati Nurani

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 14) Hanya Allah Yang Maha Tahu Kapan Datangnya Hari Kiamat

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 15) Adzab yang Dinantikan Akhirnya Datang

Tafsir Surat Al Mulk ( Bagian 16) Allah Maha Mematikan dan Memberi Rahmat, Tawakal Hanya Kepada-Nya, serta Dia Maha Pemberi Nikmat air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top