Isra’ Mi’raj, Pengertian, Waktu, dan Hikmahnya

💦💥💦💥💦💥💦

I. Definisi

Israโ€™ artinya perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa pada malam hari. Hal ini sesuai ayat:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ุฑูŽู‰ ุจูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ู†ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู ู„ูู†ูุฑููŠูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุขูŽูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุจูŽุตููŠุฑู

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al Isra (17): 1)

Miโ€™raj artinya perjalanan naiknya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dari Masjidil Al Aqsa ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Hal ini sesuai dengan ayat:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุขูŽู‡ู ู†ูŽุฒู’ู„ูŽุฉู‹ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ (13) ุนูู†ู’ุฏูŽ ุณูุฏู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ (14) ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูŽุง ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ูˆูŽู‰ (15) ุฅูุฐู’ ูŠูŽุบู’ุดูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฏู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุบู’ุดูŽู‰ (16) ู…ูŽุง ุฒูŽุงุบูŽ ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุทูŽุบูŽู‰ (17) ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุขูŽูŠูŽุงุชู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑูŽู‰(18)

Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (QS. An Najm (53): 13-18)

II. Kapan Peristiwanya?

Tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)

Imam Ibnu Hazm mengatakan terjadinya pada bulan Rajab, di tahun kedua belas kenabian. Sementara Imam Al Hafizh Abdul Ghani Al Maqdisi mengatakan terjadinya pada malam 27 Rajab. (Al Quran Al Karim wa Tafsiruhu, 5/429)

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, bahwa banyak ulama yang melemahkan pendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada bulan Rajab, sedangkan Ibrahim Al Harbi dan lainnya mengatakan itu terjadi pada Rabi’ul Awal. (Ibid Hal. 95).

Beliau (Imam Ibnu Rajab) juga berkata:

ูˆ ู‚ุฏ ุฑูˆูŠ: ุฃู†ู‡ ููŠ ุดู‡ุฑ ุฑุฌุจ ุญูˆุงุฏุซ ุนุธูŠู…ุฉ ูˆู„ู… ูŠุตุญ ุดูŠุก ู…ู† ุฐู„ูƒ ูุฑูˆูŠ: ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆู„ุฏ ููŠ ุฃูˆู„ ู„ูŠู„ุฉ ู…ู†ู‡ ูˆุฃู†ู‡ ุจุนุซ ููŠ ุงู„ุณุงุจุน ูˆุงู„ุนุดุฑูŠู† ู…ู†ู‡ ูˆู‚ูŠู„: ููŠ ุงู„ุฎุงู…ุณ ูˆุงู„ุนุดุฑูŠู† ูˆู„ุง ูŠุตุญ ุดูŠุก ู…ู† ุฐู„ูƒ ูˆุฑูˆู‰ ุจุฅุณู†ุงุฏ ู„ุง ูŠุตุญ ุนู† ุงู„ู‚ุงุณู… ุจู† ู…ุญู…ุฏ: ุฃู† ุงู„ุฅุณุฑุงุก ุจุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ููŠ ุณุงุจุน ูˆุนุดุฑูŠู† ู…ู† ุฑุฌุจ ูˆุงู†ูƒุฑ ุฐู„ูƒ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุงู„ุญุฑุจูŠ ูˆุบูŠุฑู‡

“Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa agung dan itu tidak ada yang shahih satu pun. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada awal malam bulan itu, dan dia diutus pada malam 27-nya, ada juga yang mengatakan pada malam ke-25, ini pun tak ada yang shahih. Diriwayatkan pula dengan sanad yang tidak shahih dari Al Qasim bin Muhammad bahwa peristiwa Isra-nya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terjadi pada malam ke-27 Rajab, dan ini diingkari oleh Ibrahim Al Harbi dan lainnya.” (Lathaif Al Ma’arif Hal. 121. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Sementara, Imam Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani mengutip dari Ibnu Dihyah, bahwa: โ€œHal itu adalah dusta.โ€ (Tabyinul โ€˜Ajab hal. 6). Imam Ibnu Taimiyah juga menyatakan peristiwa Israโ€™ Miโ€™raj tidak diketahui secara pasti, baik tanggal, bulan, dan semua riwayat tentang ini terputus dan berbeda-beda.

III. Ruh dan jasad, atau ruh saja?

Mayoritas Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah meyakini bahwa perjalanan Isra Miโ€™raj yang dialami Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam adalah ruh dan jasad sekaligus. Hal ini berdasarkan nash ayat:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ุฑูŽู‰ ุจูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (QS. Al Isra: 1)

Kata biโ€™abdihi โ€“ hambaNya, menunjukkan perjalanan tersebut adalah ruh dan jasad sekaligus, sebab seseorang dikatakan โ€˜abdu (hamba) jika terdapat unsur keduanya.

Inilah pendapat Ibnu Abbas, Jabir, Anas, Khudzaifah, Umar, Abu Hurairah, Malik bin Sha`sha`ah, Abu Habbah Al Badriyyi, Ibnu Mas`ud, Dhahak, Said bin Jubair, Qatadah, Ibnu Musayyib, Ibnu Syihab, Ibnu Zaid, Al Hasan, Ibrahim, Masruq, Mujahid, Ikrimah, Ibnu Juraij, dengan dalil ucapan Aisyah dan pendapat para ulama ahli fiqh Muta`akhirin , para ahli hadits, para ahli bahasa, dan para ahli tafsir.

Syaikh Shalih Fauzan Hafizhahullah berkata:

ุงู„ุฅุณุฑุงุก ูˆุงู„ู…ุนุฑุงุฌ ูƒุงู†ุง ุจุงู„ุฌุณู… ูˆุงู„ุฑูˆุญ ู…ุนู‹ุงุŒ ู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆุฐู„ูƒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : { ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ุฑูŽู‰ ุจูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ุงู‹ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌุฏู ุงู„ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ู†ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู } [ ุงู„ุฅุณุฑุงุก : 1 . ] ุŒ ูˆุงู„ุนุจุฏ ุงุณู… ู„ู„ุฑูˆุญ ูˆุงู„ุฌุณู…ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงุณู…ู‹ุง ู„ู„ุฑู‘ููˆุญ ูู‚ุทุŒ ูˆู‚ุฏ ุฌุงุก ููŠ ุญุฏูŠุซ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุฐูƒุฑ ุงู„ุฅุณุฑุงุก ูˆุงู„ู…ุนุฑุงุฌ ุ› ุฃู†ู‡ ุฌุงุกู‡ ุฌุจุฑูŠู„ ุจุฏุงุจู‘ูŽุฉ ุงุณู…ู‡ุง ุงู„ุจูุฑุงู‚ุŒ ูˆุฃุฑูƒุจู‡ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ู…ู‚ุฏุณุŒ ูˆุตู„ู‰ ุจุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ู‡ู†ุง . . . ูƒู„ ู‡ุฐุง ูŠุนุทูŠ ุฃู†ู‡ ุจุงู„ุฌุณู… ูˆุงู„ุฑู‘ููˆุญ ู…ุนู‹ุงุŒ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฌู…ุงู‡ูŠุฑ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆู„ู… ูŠุฎุงู„ูู‡ู… ููŠู‡ ุฅู„ุง ุทุงุฆูุฉ ูŠุณูŠุฑุฉ

Israโ€™ Miโ€™raj terjadinya dengan jasad dan ruh secara bersamaan, inilah pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan ayat: Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha. (QS. Al Isra: 1).

Kata Al โ€˜Abdu merupakan nama bagi ruh dan jasad, bukan nama bagi ruh saja. Hadits Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah menceritakan tentang Isra Miโ€™raj; bahwa Jibril mendatangi Beliau dengan membawa hewan bernama Buraq, dia menungganginya, lalu dnegannya pergi menuju Baitul Maqdis dan shalat di sana bersama para nabi โ€ฆโ€ฆโ€ฆ. Semua ini menunjukkan terjadinya adalah ruh dan jasad sekaligus, dan inilah pendapat mayoritas ulama, dan tidak ada yang menyelisihinya kecuali kelompok yang sedikit saja. (Al Muntaqa min Fatawa Al Fauzan, 7/3)

Lalu kafirkah orang yang menyatakan bahwa Isra Miโ€™raj hanya ruh saja tanpa jasad? Syaikh Shalih Fauzan berkata lagi:

ูˆุฃู…ุง ู…ู† ุฃู†ูƒุฑ ุงู„ุฅุณุฑุงุก ุจุงู„ุฌุณู…ุ› ูู‡ูˆ ู„ุง ูŠูƒูุฑุ› ู„ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ ุจู‡ ุจุนุถ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูุ› ู‚ุงู„ูˆุง : ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุฅุณุฑุงุก ุจุงู„ุฑู‘ููˆุญ ูู‚ุทุŒ ูŠู‚ุธุฉ ู„ุง ู…ู†ุงู…ู‹ุง . ูˆุฅู† ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุงู„ู‚ูˆู„ ู…ุฑุฌูˆุญู‹ุง ูˆุถุนูŠูู‹ุงุŒ ู„ูƒู† ู…ู† ุฃุฎุฐ ุจู‡ุ› ูุฅู†ู‡ ูŠูƒูˆู† ู…ูุฎุทุฆู‹ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠูƒูุฑ ุจุฐู„ูƒ

Ada pun orang yang mengingkari Isra Miโ€™raj dengan jasad, maka dia tidak dikafirkan, karena sesungguhnya sebagian salaf ada yang berpendapat demikian. Mereka mengatakan bahwa Isra itu hanya ruh saja, dalam keadaan sadar dan bukan mimpi. Ini adalah pendapat yang lemah, tetapi siapa pun yang mengambil pendapat ini maka dia termasuk berbuat salah, dan tidak dikafirkan karena itu. (Ibid)

IV. Hikmah Israโ€™ Miโ€™raj

1⃣ Ujian Iman kepada Allah bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu

Bagi sebagian orang dahulu dan sekarang, tidak mempercayai kejadian ini. Mereka memandang dengan akal semata, bahwa mustahil manusia mengalami ini dalam waktu semalam saja.

Di tambah lagi berbagai kisah tentang berjumpanya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dengan para nabi sebelumnya di masing-masing lapisan langit, serta pemandangan tentang surga dan neraka.

Ada pun bagi seorang muโ€™min amat meyakini wallahu โ€˜ala kulli syaiโ€™in qadiir, Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Jika saja ada peristiwa yang lebih besar dan lebih โ€œtidak masuk akalโ€ dari Israโ€™ Miโ€™raj, nisacaya bagi seorang muโ€™min tetap akan meyakininya. Sebab, hal-hal seperti adalah peristiwa yang sangat mudah bagi Allah Taโ€™ala untuk menjadikannya.

2⃣ Ujian Iman kepada kebenaran risalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

Seorang muโ€™min wajib meyakini tanpa ragu sedikitpun, bahwa apa yang dibawa dan diberitakan oleh Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam adalah benar adanya. Lihatlah yang dilakukan Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu โ€˜Anhu tentang peristiwa ini.

โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha menceritakan dengan sanad yang shahih:

ู„ู…ุง ุฃุณุฑูŠ ุจุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ุฃู‚ุตู‰ ุฃุตุจุญ ูŠุชุญุฏุซ ุงู„ู†ุงุณ ุจุฐู„ูƒ ูุงุฑุชุฏ ู†ุงุณ ูู…ู† ูƒุงู† ุขู…ู†ูˆุง ุจู‡ ูˆุตุฏู‚ูˆู‡ ูˆุณู…ุนูˆุง ุจุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡ ูู‚ุงู„ูˆุง ู‡ู„ ู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุตุงุญุจูƒ ูŠุฒุนู… ุฃู†ู‡ ุฃุณุฑูŠ ุจู‡ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ู…ู‚ุฏุณ ู‚ุงู„ ุฃูˆ ู‚ุงู„ ุฐู„ูƒ ู‚ุงู„ูˆุง ู†ุนู… ู‚ุงู„ ู„ุฆู† ูƒุงู† ู‚ุงู„ ุฐู„ูƒ ู„ู‚ุฏ ุตุฏู‚ ู‚ุงู„ูˆุง ุฃูˆ ุชุตุฏู‚ู‡ ุฃู†ู‡ ุฐู‡ุจ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ู…ู‚ุฏุณ ูˆุฌุงุก ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุตุจุญ ู‚ุงู„ ู†ุนู… ุฃู†ูŠ ู„ุฃุตุฏู‚ู‡ ููŠู…ุง ู‡ูˆ ุฃุจุนุฏ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุฃุตุฏู‚ู‡ ุจุฎุจุฑ ุงู„ุณู…ุงุก ููŠ ุบุฏูˆุฉ ุฃูˆ ุฑูˆุญุฉ ูู„ุฐู„ูƒ ุณู…ูŠ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ุงู„ุตุฏูŠู‚

Ketika Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam Isra (perjalanan malam) menuju Masjidil Aqsha, paginya beliau menceritakan hal itu kepada manusia dan manusia mengingkarinya. Sedangkan bagi yang mempercayainya, membenarkannya, dan mendengarkan hal itu, mereka mendatangi Abu Bakar Radhiallahu โ€˜Anhu. Mereka mengatakan: โ€œApakah kau dengar sahabatmu bahwa dia menyangka melakukan perjalanan malam hari menuju Baitul Maqdis?โ€ Beliau (Abu Bakar) menjawab: โ€œDia mengatakan demikian?โ€ Mereka menjawab: โ€œYa.โ€ Abu Bakar berkata: โ€œJika benar dia berkata demikian maka dia telah benar (shadaqa).โ€ Mereka mengatakan: โ€œApakah kau membenarkan bahwa dia pergi pada malam hari ke Baitul Maqdis dan sudah pulang sebelum subuh?โ€ Abu Bakar menjawab: โ€œYa, saya membenarkannya walau pun dalam jarak yang lebih jauh dari itu.โ€ Beliau membenarkan berita dari langit baik pada pagi atau malam, oleh karena itu dia dinamakan Abu Bakar Ash Shiddiq.

(HR. Al Hakim, Al Mustadrak No. 4407, Imam Al Hakim mengatakan: sanadnya shahih tetapi Bukhari โ€“ Muslim tidak meriwayatkannya. Imam Adz Dzahabi menyepakati keshahihan hadits ini. Abu Nuโ€™aim, Maโ€™rifatush Shahabah No. 69. Syaikh Al Albani menyatakan shahih dalam As Silsilah Ash Shahihah, 1/615, No. 603)

3⃣ Keagungan dan keistimeaan ibadah shalat

Shalat adalah ibadah yang diperintahkan ketika Rasulullah di langit, sementara ibadah lain diperintahkan ketika Rasulillah di bumi. Shalat merupakan โ€œmiโ€™rajโ€-nya orang-orang mukmin di dunia. Shalat merupakan tiangnya agama, dan para sahabat nabi memandang pembeda antara kekafiran dan keislaman seseorang adalah shalat.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu, dia berkata:

ููุฑูุถูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ุจููŠู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุฃูุณู’ุฑููŠูŽ ุจูู‡ู ุงู„ุตูŽู„ูˆูŽุงุชู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ ู†ูู‚ูุตูŽุชู’ ุญูŽุชู‘ู‰ ุฌูุนูู„ูŽุชู’ ุฎูŽู…ู’ุณุงู‹ุŒ ุซูู…ู‘ ู†ููˆุฏููŠูŽ: ูŠุง ู…ุญู…ุฏู: ุฅูู†ู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูุจูŽุฏู‘ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ู„ูŽุฏูŽูŠู‘ ูˆูŽุฅูู†ู‘ ู„ูŽูƒู ุจูู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณู ุฎูŽู…ู’ุณูŠู†ูŽ

โ€œTelah difardhukan kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, โ€œWahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat.โ€

(HR. At Tirmidzi No. 213, katanya: hasan shahih gharib. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 213)

4⃣ Kemuliaan Masjidul Haram dan Masjidul Aqsha

Keduanya dianjurkan untuk diziarahi, juga Masjid Nabawi. Keduanya adalah kiblat umat Islam; pertama adalah Al Aqsha, lalu dipindahkan ke Al Haram. Shalat di keduanya memiliki kelipatan yang sangat banyak dibanding masjid lain. Selengkapnya silahkan buka lagi tulisan tentang sejarah Al Aqsha dalam channel ini.

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🌾🌻🌴🌺☘🌷🌸

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top