Berdoa Setelah Shalat Wajib, Mestikah Diingkari?

🐾🐾🐾🐾🐾

Sebagian orang mengingkari adanya doa setelah shalat wajib. Mereka mengingkari saudara-saudaranya yang berdoa, dengan alasan tidak ada sunahnya berdoa setelah shalat, yang ada hanyalah berdzikir saja. Benarkah sikap seperti ini?

📌 Mayoritas Ulama Mengatakan Berdoa setelah Shalat Wajib itu SUNNAH

Imam Al Bukhari, dalam kitab Shahih-nya, – jauh sebelum Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dan Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin mengatakan bahwa TIDAK ADA BERDOA SETELAH SHALAT- , telah menulis BAB AD DUโ€™A BAโ€™DA ASH SHALAH (Bab Tentang Doa Setelah Shalat).

📌 Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata tentang itu:

ู‚ูˆู„ู‡: “ุจุงุจ ุงู„ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ุงู„ุตู„ุงุฉ” ุฃูŠ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉุŒ ูˆููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุชุฑุฌู…ุฉ ุฑุฏ ุนู„ู‰ ู…ู† ุฒุนู… ุฃู† ุงู„ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุง ูŠุดุฑุน

โ€œUcapannya (Al Bukhari), โ€œBab Tentang Doa Setelah Shalatโ€ yaitu shalat wajib. Pada bab ini, merupakan bantahan atas siapa saja yang menyangka bahwa berdoa setelah shalat tidak disyariatkan.โ€ (Bantahan lengkap beliau terhadap Imam Ibnul Qayyim, lihat di Fathul Bari, 11/133-135. Darul Fikr)

📌 Imam Jaโ€™far Ash Shadiq Radhiallahu โ€˜Anhu -salah satu guru Imam Abu Hanifah- berkata:

ุงู„ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ุงู„ู†ุงูู„ุฉ ูƒูุถู„ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงูู„ุฉ

โ€œBerdoa setelah shalat wajib lebih utama dibanding berdoa setelah shalat nafilah, sebagaimana kelebihan shalat wajib atas shalat nafilah.โ€ (Fathul Bari, 11/134. Tuhfah Al Ahwadzi, 2/197. Darus Salafiyah. Lihat juga Imam Ibnu Baththal, Syarh Shahih Bukhari, 10/94. Maktabah Ar Rusyd)

📌 Sementara Syaikh Abdurrahman Al Mubarakfuri Rahimahullah juga mengatakan:

ู„ุง ุฑูŠุจ ููŠ ุซุจูˆุช ุงู„ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ุงู„ุงู†ุตุฑุงู ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูˆู„ุงู‹ ูˆูุนู„ุงู‹ุŒ ูˆู‚ุฏ ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ุญุงูุธ ุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุฃูŠุถุงู‹ ููŠ ุฒุงุฏ ุงู„ู…ุนุงุฏ ุญูŠุซ ู‚ุงู„ ููŠ ูุตู„: ู…ุง ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุจุนุฏ ุงู†ุตุฑุงูู‡ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุง ู„ูุธู‡: ูˆู‚ุฏ ุฐูƒุฑ ุฃุจูˆ ุญุงุชู… ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠู‚ูˆู„ ุนู†ุฏ ุฅู†ุตุฑุงูู‡ ู…ู† ุตู„ุงุชู‡ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃุตู„ุญ ู„ูŠ ุฏูŠู†ูŠ ุงู„ุฐูŠ ุฌุนู„ุชู‡ ุนุตู…ุฉ ุฃู…ุฑูŠ ุŒ ูˆุงุตู„ุญ ู„ูŠ ุฏู†ูŠุงูŠ ุงู„ุชูŠ ุฌุนู„ุช ููŠู‡ุง ู…ุนุงุดูŠ…

โ€œTidak ragu lagi, kepastian adanya berdoa setelah selesai shalat wajib dari Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam baik secara ucapan atau perbuatan. Al Hafizh Ibnul Qayyim telah menyebutkan juga dalam Zaadul Maโ€™ad ketika dia berkata dalam pasal: Apa-apa Saja yang Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam Ucapkan Setelah selesai shalat. Demikian bunyinya: Abu Hatim telah menyebutkan dalam Shahih-nya, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berkata setelah selesai shalatnya: โ€œYa Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang telah menjaga urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang aku hidup di dalamnya …โ€ (Tuhfah Al Ahwadzi, 2/197)

📌 Berkata Imam Abu Thayyib Syamsul Haq Al โ€˜Azhim Abadi Rahimahullah :

“ููŠ ุฏุจุฑ ูƒู„ ุตู„ุงุฉ” : ุฃูŠ ุนู‚ุจู‡ุง ูˆุฎู„ูู‡ุง ุฃูˆ ููŠ ุขุฎุฑู‡ุง

โ€œPada dubur kulli ash shalah, yaitu setelah dan belakangnya, atau pada akhirnya.โ€ (โ€˜Aunul Maโ€™bud, 4/269. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

📌 Imam Badruddin Al โ€˜Aini Rahimahullah juga juga mengatakan:

ูˆุงุณุชุญุจุงุจ ุงู„ู…ูˆุงุธุจุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏุนุงุก ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุนู‚ูŠุจ ูƒู„ ุตู„ุงุฉู

โ€œDan disunahkan menekuni doa dengan doa tersebut pada setiap selesai shalat.โ€ (Imam Al โ€˜Aini, Syarh Sunan Abi Daud, 5/433. Maktabah Ar Rusyd)

📌 Para ulama Kuwait, yang tergabung dalam Tim penyusun kitab Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah mengatakan:

ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ู„ูู„ุฅู’ูู…ูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู…ููŠู†ูŽ ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุจูุงู„ุฃู’ูŽุฏู’ุนููŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ุซููˆุฑูŽุฉู

โ€œDisunnahkan bagi imam dan makmum setelah selesai shalat untuk berdzikir kepada Allah dan berdoa dengan doa-doa maโ€™tsur.โ€ (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 6/214. Wizaratul Awqaf wasy Syuโ€™un Al Islamiyah)

Dalam kitab yang sama juga disebutkan:

ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูู’ุฑููˆุถูŽุฉู ู…ูŽูˆู’ุทูู†ูŒ ู…ูู†ู’ ู…ูŽูˆูŽุงุทูู†ู ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู

โ€œPendapat MAYORITAS fuqaha adalah bahwa waktu setelah shalat fardhu merupakan waktu di antara waktu-waktu dikabulkannya doa.โ€ (Ibid, 39/227).

📌 Di halaman yang sama, dikutip perkataan Imam Mujahid sebagai berikut:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุฌูุนูู„ูŽุชู’ ูููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฃู’ูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู… ู’ ุจูุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุฎูŽู„ู’ููŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู

โ€œSesungguhnya pada shalat itu, dijadikan sebagai waktu paling baik bagi kalian untuk berdoa, (yakni) setelah shalat.โ€ (Ibid)

Demikianlah perkataan para imam kaum muslimin dan dalil-dalil yang sangat jelas tentang doa setelah shalat wajib, yang mereka sampaikan.

Maka, sangat tidak dibenarkan sikap sinis dan menyalahkan saudara sesama muslim yang meyakini dan melakukan doa setelah shalat wajib. Seharusnya dalam masalah ini kita berlapang dada.

Wallahu A’lam

🌿🌾🌷🌻🍃☘🌳🌸


 

🌸🍃 Benarkah Tidak Ada Doa Setelah Shalat Wajib, dan yang ada hanya dzikir? 🍃🌸

💢💢💢💢💢💢

Bismillahirrahmanirrahim..

Tidak benar…, pernyataan itu bertentangan dengan sunnah yang shahih:

Pertama:

ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ
ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽูƒููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ูู‡ู ูŠูู‚ู’ุจูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจููˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุจู‘ู ู‚ูู†ููŠ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุจู’ุนูŽุซู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ

Dari Al Barra` katanya; “Jika kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami menyukai jika berada di sebelah kanan beliau, sehingga beliau menghadap kami dengan wajahnya.”

Al Barra` mengatakan; “Aku mendengar beliau mengucapkan doa “RABBI QINII ‘ADZAABAKA YAUMA TAB’ATSU AW TAJMA’U IBADAADAKA (Ya Tuhanku, jagalah aku dari siksa-Mu ketika Engkau bangkitkan atau ketika Engkau kumpulkan hamba-hamba-Mu).”

(HR. Muslim no. 709)

Kedua:

ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ู†ูŽุงููุนู‹ุง ูˆูŽุฑูุฒู’ู‚ู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ู…ูุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู‹ุง

Dari Ummu Salamah berkata, “Ketika salam dalam shalat SUBUH, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan; “ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA ILMAN NAAFI’AN WA RIZQAN THAYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQABBALAN (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima). ”

(HR. Ibnu Majah no. 925, Ahmad no. 25506, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Hadits ini oleh Imam Ibnu Majah, dibuat bab berjudul Maa Yuqaal Ba’da Tasliim (Apa yang dibaca setelah salam).

Para ulama Arab Saudi pun membolehkan doa setelah shalat, hanya saja menurut mereka tidak sambil mengangkat tangan, dan hendaknya masing-masing.

Dalam Fatawa Al Lajnah Ad Daimah kerajaan Arab Saudi:

ุฃู…ุง ุงู„ุฏุนุงุก ุจุฏูˆู† ุฐู„ูƒ ูู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ ุŒ ู„ูˆุฑูˆุฏ ุจุนุถ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ููŠ ุฐู„ูƒ

Ada pun berdoa (setelah shalat) tanpa hal itu (mengangkat tangan dan berjamaah), adalah tidak apa-apa, karena adanya sebagian hadits tentang itu.

(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 7/103)

Sedangkan masalah mengangkat tangannya dan berdoa berjamaah setelah shalat adalah perkara yang diperselisihkan ulama. Sebagian membid’ahkan contohnya para ulama di Al Lajnah Ad Daimah, sebagian membolehkan. Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah membahas ini cukup panjang dalam kitab Tuhfah al Ahwdzi, baik pihak yang kontra dan pro. Beliau sendiri membolehkan asalkan tidak menjadi kebiasaan, berdasarkan sejumlah dalil atas hal itu.

Demikian. Wallahu a’lam

🌷🍀🍁🌿🌻🌸🌳🍃

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top