Keutamaan Bulan Muharram

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

1⃣ Termasuk Bulan-Bulan Haram (Asyhurul Hurum)

Bulan Muharram adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah Taโ€™ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.

Allah ๏ทป berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูุญูู„ู‘ููˆุง ุดูŽุนูŽุงุฆูุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram (syahral haram) โ€ฆโ€ (QS. Al Maidah (95): 2)

Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah dzul qaโ€™dah, dzul hijjah, rajab, dan muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512)

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุงู„ุณู†ุฉ ุงุซู†ุง ุนุดุฑ ุดู‡ุฑุงู‹ุŒ ู…ู†ู‡ุง ุฃุฑุจุนุฉูŒ ุญุฑู…ูŒ: ุซู„ุงุซูŒ ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุชูŒ ุฐูˆ ุงู„ู‚ุนุฏุฉุŒ ูˆุฐูˆ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ู…ุญุฑู…ุŒ ูˆุฑุฌุจ ู…ุถุฑ ุงู„ุฐูŠ ุจูŠู† ุฌู…ุงุฏู‰ ูˆุดุนุจุงู†”

โ€œSetahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qaโ€™dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan syaโ€™ban.โ€ (HR. Bukhari No. 3025)

Namun sebagian ulama mengatakan, larangan berperang pada bulan-bulan haram ini telah mansukh (dihapus hukumnya) oleh ayat wa qaatiluuhum haitsu tsaqiftumuuhum (dan perangilah mereka di mana saja kamu jumpai mereka). Imam Ibnu Jarir lebih menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa ayat ini mansukh. (Jamiโ€™ Al Bayan, 9/478-479. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah). Imam Ibnu Rajab mengatakan kebolehan berperang pada bulan-bulan haram adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama), pelarangan hanya terjadi pada awal-awal Islam. (Lathaif Al Maโ€™arif Hal. 116. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

2⃣ Larangan Berbuat Zalim

Secara umum berbuat zalim terlarang di semua bulan. Tapi, di bulan ini larangan tersebut semakin dikuatkan.

Allah ๏ทป berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ุดู‘ูู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ูู…ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุธู’ู„ูู…ููˆุง ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.. (QS. At Taubah: 36)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

ุฃูŠ: ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุดู‡ุฑ ุงู„ู…ุญุฑู…ุฉุ› ู„ุฃู†ู‡ ุขูƒุฏ ูˆุฃุจู„ุบ ููŠ ุงู„ุฅุซู… ู…ู† ุบูŠุฑู‡ุงุŒ ูƒู…ุง ุฃู† ุงู„ู…ุนุงุตูŠ ููŠ ุงู„ุจู„ุฏ ุงู„ุญุฑุงู… ุชุถุงุนู

Yaitu di bulan-bulan haram ini, karena hal itu lebih ditekankan lagi larangannya dan lebih berat dosanya dibanding selainnya, sebagaimana maksiat-maksiat di lakukan di tanah haram juga berlipat-lipat dosanya. (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 4/148)

Zalim di sini seperti zalim kepada diri sendiri, yakni maksiat, zalim kepada makhluk yakni lisan dan tangan yang menyakiti, serta zalim kepada Allah Ta’la, yakni syirik.

3⃣ Anjuran banyak berpuasa secara umum

Hal ini bedasarkan riwayat berikut:

ุนูŽู†ู’ ู…ูุฌููŠุจูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู…ู‘ูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุชูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุบูŽูŠู‘ูŽุฑูŽุชู’ ุญูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุชูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู…ูŽุง ุชูŽุนู’ุฑูููู†ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฌูุฆู’ุชููƒูŽ ุนูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู…ูŽุง ุบูŽูŠู‘ูŽุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ู’ุชู ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูู„ูŽูŠู’ู„ู ู…ูู†ู’ุฐู ููŽุงุฑูŽู‚ู’ุชููƒูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูู…ูŽ ุนูŽุฐู‘ูŽุจู’ุชูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูู…ู’ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฒูุฏู’ู†ููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุจููŠ ู‚ููˆู‘ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฒูุฏู’ู†ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูู…ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฒูุฏู’ู†ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูุฑูู…ู ูˆูŽุงุชู’ุฑููƒู’ ุตูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูุฑูู…ู ูˆูŽุงุชู’ุฑููƒู’ ุตูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูุฑูู…ู ูˆูŽุงุชู’ุฑููƒู’ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูุฃูŽุตูŽุงุจูุนูู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ููŽุถูŽู…ู‘ูŽู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽู‡ูŽุง

Dari Mujibah Al Bahili, dari ayahnya, atau pamannya, bahwasanya dia memdatangi Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi

wa Sallam, lalu dia pergi. Kemudian mendatangi lagi setelah satu tahun lamanya, dan dia telah mengalami perubahan baik keadaan dan penampilannya. Dia berkata: โ€œWahai Rasulullah, apakah kau mengenali aku?โ€ Nabi bertanya: โ€œSiapa kamu?โ€ Al Bahili menjawab: โ€œSaya Al Bahili yang datang kepadamu setahun lalu.โ€ Nabi bertanya:: โ€œApa yang membuatmu berubah, dahulu kamu terlihat baik-baik saja?โ€ Al Bahili menjawab: โ€œSejak berpisah denganmu, saya tidak makan kecuali hanya malam.โ€ Bersabda Rasulullah: โ€œKanapa kamu siksa dirimu?โ€, lalu bersabda lagi: โ€œPuasalah pada bulan kesaabaran, dan sehari pada tiap bulannya.โ€ Al Bahili berkata: โ€œTambahkan, karena saya masih punya kekuatan.โ€ Beliau bersabda: โ€œPuasalah dua hari.โ€ Beliau berakata: โ€œTambahkan.โ€ Beliau bersabda: โ€œPuasalah tiga hari.โ€ Al Bahili berkata: โ€œTambahkan untukku.โ€ Nabi bersabda: โ€œPuasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya), Puasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkanlah (sebagiannya). Beliau berkata dengan tiga jari hemarinya, lalu menggenggamnya kemudian dilepaskannya. (HR. Abu Daud No. 2428, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8209, juga Syuโ€™abul Iman No. 3738. Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fiqhus Sunnah, 1/453. Namun Syaikh Al Albani mendhaifkan dalam berbagai kitabnya)

Puasa di bulan Muharram juga ditunjukkan oleh riwayat lain. Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฃูุถู„ ุงู„ุตูŠุงู… ุจุนุฏ ุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู… ูˆุฃูุถู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู„ูŠู„

โ€œPuasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharam.โ€ (HR. Muslim No. 1163. Ad Darimi No. 1758. Ibnu Khuzaimah No. 2076. Ahmad No. 8534, dengan tahqiq Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth)

4⃣ Anjuran Shaum โ€˜Asyura Secara Khusus

Keterangan detilnya sudah dijelaskan di tulisan berikut:ย Puasa Asyura Terbaik adalah 3 hari: 9, 10, 11 Muharam

5⃣ Bagaimana dengan โ€œLebaran Anak Yatim?โ€

Sebagian daerah di Nusantara, ada yang menjadikan bulan Muharram sebagai momen istimewa untuk menyanuni anak yatim, sampai mereka mengistilahkan โ€œLebaran/Hari raya Anak Yatimโ€. Hal ini tidak memiliki dasar shahih dalam Al Quran, As Sunnah, serta madzhab yang empat Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah. Ada memang yang menyebutkan itu sekumpulan riwayat-riwayat palsu. Tapi bukan berarti menyantuni anak yatim di bulan Muharram itu terlarang. Sebab secara umum memang kita dianjurkan menyantuni anak yatim, tapi tidak terikat oleh waktu yang mana. Menyantuni mereka bisa dilakukan di bulan Muharram, Shafar, Rabiโ€™ul Awwal, Rabiโ€™ul Akhir, dst. Semua waktu ini bisa dimanfaatkan untuk menyantuni mereka.

Dari Sahl Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุงููู„ูุงู„ูŠูŽุชููŠู…ู ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุงยป ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุจูุงู„ุณู‘ูŽุจู‘ูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ูˆูุณู’ุทูŽู‰ุŒ ูˆูŽููŽุฑู‘ูŽุฌูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

Aku berasama orang yang menyantuni anak yatim seperti ini. (Nabi mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan tengah, dan diberikan celah sedikit). (HR. Al Bukhari No. 5304)

Maka, silahkan menyantuni anak yatim dan bisa kita lakukan di bulan Muharram, dan bulan-bulan lainnya, semua memiliki keutamaan yang sama.

Wallahu Aโ€™lam

🍃🌾🌻🌴🌺🌷🌴🌸

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top