Niatlah yang Menentukan Baik atau Buruknya Amal

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Baik tidaknya amal perbuatan seseorang itu tergantung kepada baik tidaknya niat amal perbuatan tersebut. Bisa jadi ada dua orang yang melakukan amal kebaikan yang sama secara kasat mata, tetapi berbeda nilai di sisi Allah ๏ทป karena perbedaan niatnya.

Misalnya, ada dua orang ke masjid, tapi punya niat yang berbeda. Yang satu mencari kebaikan atau mengajarkan kebaikan, yang satu lagi ada tujuan duniawi, maka kedua orang ini dinilai beda oleh syariat.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ู† ุฏุฎู„ ู…ุณุฌุฏู†ุง ู‡ุฐุง ู„ูŠุชุนู„ู… ุฎูŠุฑุง ุฃูˆ ูŠุนู„ู…ู‡ ูƒุงู† ูƒุงู„ู…ุฌุงู‡ุฏ ูู‰ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู† ุฏุฎู„ู‡ ู„ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ูƒุงู† ูƒุงู„ู†ุงุธุฑ ุฅู„ู‰ ู…ุง ู„ูŠุณ ู„ู‡

Barang siapa yang masuk ke dalam masjid kami ini, dengan tujuan untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya maka dia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barang siapa yang memasukinya untuk tujuan selain itu, maka dia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan kepunyaannya.

(HR. Ahmad No. 8587, Ibnu Hibban No. 78. Hadits ini hasan menurut Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth dalam tahqiq Beliau terhadap Shahih Ibni Hibban)

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah mengatakan:

ูู…ู† ุฌุงุก ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠุตู„ูŠ ููŠู‡ุŒ ุฃูˆ ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠุดู‡ุฏ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุงู„ุชูŠ ู‡ูŠ ูˆุงุฌุจุฉุŒ ุฃูˆ ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ูŠูุญุตู‘ู„ ุงู„ุฃุฌุฑ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุจุงู„ุฐูƒุฑ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูู‡ูˆ ุญุธู‡ ูˆู„ู‡ ู…ุง ุฃุฑุงุฏุŒ ูˆู…ู† ู„ู… ูŠุฏุฎู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ู‡ุฐุง ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุนุธูŠู…ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ุฏุฎู„ู‡ ู„ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุชูŠ ู„ุง ุนู„ุงู‚ุฉ ู„ู‡ุง ุจุงู„ุฏูŠู† ูˆุงู„ุทุงุนุฉ ูู‡ูˆ ุญุธู‡ุŒ ูˆู„ู‡ ู…ุง ุฃุฑุงุฏ ู…ู† ุงู„ุนู…ู„ ุจู„ุง ุฃุฌุฑ

“Barangsiapa yang datang ke masjid untuk shalat, atau untuk menghadiri shalat berjamaah, atau mencari pahala dengan berdzikir dan membaca Al Quran, maka dengan ini dia akan mendapatkan sesuai apa yang diinginkannya. Ada pun yang masuk ke masjid untuk melakukan amal yang tidak ada kaitan dengan perkara agama dan ketaatan, maka dia mendapatkan sesuai apa yang diinginkannya itu, dan tidak mendapatkan pahala.” (Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, No. 066. Maktabah Al Misykah)

Tapi, ini tidak berlaku bagi “niat baik” dibalik sebuah kejahatan. Seperti ikut berjudi dengan niat mendakwahi para penjudi, berzina untuk mendakwahi PSK, dan semisalnya. Karena niat yang baik tidak mengubah yang haram menjadi halal, kecuali ada dalilnya.

Kaidahnya:

ุงู„ุบุงูŠุฉ ู„ุง ุชุจุฑุฑ ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ ุฅู„ุง ุจุฏู„ูŠู„

Tujuan (yang baik) tidaklah membuat baik sarana (yang haram) kecuali dengan adanya dalil.

(Syaikh Walid bin Rasyid bin Abdul Aziz bin Suโ€™aidan, Tadzkir Al Fuhul bitarjihat Masail Al Ushul, Hal. 3. Lihat juga Talqih Al Ifham Al โ€˜Aliyah, 3/23)

Contoh, berbohong untuk mendamaikan saudara yang bermusuhan. Caranya “berbohong” tapi tujuannya baik, untuk mendamaikan, ini dibolehkan karena ada dalilnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ (ุจูุงู„ู‘ูŽุฐููŠ) ูŠูุตู’ู„ูุญู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽูŠูŽู†ู’ู…ููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง

Bukan kategori pembohong orang yang mendamaikan manusia yang berselisih, lalu dia menyampaikan hal-hal yang baik (tentang salah satu pihak), dan mengatakan hal-hal yang baik. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Wallahu A’lam

🍃🌺 Keajaiban Niat 🌺🍃

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Imam Abdullah bin Al Mubarak Rahimahullah berkata:

ุฑุจ ุนู…ู„ ุตุบูŠุฑ ุชุนุธู…ุฉ ุงู„ู†ูŠุฉ ูˆุฑุจ ุนู…ู„ ูƒุจูŠุฑ ุชุตุบุฑู‡ ุงู„ู†ูŠุฉ

Bisa jadi ada amal kecil menjadi besar karena niat, dan bisa jadi amal besar menjadi kecil karena niat.

📚 Tathbiiq Jawaahir min Aqwaalis Salaf No. 100

🌷☘🌺🌴🍃🌸🌾🌻

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top