Hukum Ibadah Dibarengi Niat dan Tujuan Duniawi, apakah Syirik?

📨 PERTANYAAN:

Asslm wrwb
Ustad Farid Nu’man, kalau puasa Daud dg niat spy sehat apakah termasuk syirik..?
Jazakallah khair
Atas jawaban ustad.

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa Baโ€™d:

Sesungguhnya Islam sangat perhatian kepada amal, terlebih lagi terhadap โ€œpendorongโ€ dibalik sebuah amal. Nilai sebuah amal ditentukan oleh pendorongnya itu, itulah niat.

Hal ini didasarkan pada hadits:

ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู

โ€œNiat seorang muโ€™min lebih baik dari pada amalnya.โ€ (HR. Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir, 6/185-186, dari Sahl bin Saโ€™ad As Saidi. Imam Al Haitsami mengatakan: โ€œ Rijal hadits ini mautsuqun (terpercaya), kecuali Hatim bin โ€˜Ibad bin Dinar Al Jursyi, saya belum melihat ada yang menyebutkan biografinya.โ€ Lihat Majmaโ€™ Az Zawaid, 1/61)

📌Allah Taโ€™ala melihat seorang hamba dari niatnya

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุตููˆูŽุฑููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’

โ€œSesungguhnya Allah tidak melihat pada penampilan kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan perbuatan kalian.โ€ (HR. Muslim 4/1987, dari Abu Hurairah)

Hujjatul Islam, Al Imam Al Ghazali Rahimahullah mengatakan:

ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ู„ุฃููŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุธูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ุณูุฑู‘ู ุงู‡ู’ุชูู…ูŽุงู…ู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฑูุนู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ููŽุฃูŽู†ูŽุงุทูŽ ู‚ูŽุจููˆู„ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ ูˆูŽุฑูŽุฏู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุฑู’ุชููŠุจูŽ ุงู„ุซู‘ูŽูˆูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูู‚ูŽุงุจู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู

โ€œSesungguhnya Dia melihat kepada hati lantaran hati adalah tempat niat, inilah rahasia perhatian Allah terhadap niat. Maka, diterima dan ditolaknya amal tergantung niatnya, dan pemberian pahala dan siksa juga karena niat.โ€ (Ihya โ€˜Ulumuddin, 4/351)
Oleh karena itu, jika seseorang beribadah targetnya adalah akhirat, maka dia mendapatkannya. Jika targetnya adalah dunia maka dia akan mendapatkannya, tapi dia tidak mendapatkan akhirat.

Allah ๏ทป berfirman:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูŽุง ู†ููˆูŽูู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฎูŽุณููˆู†ูŽ (15) ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุญูŽุจูุทูŽ ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุงุทูู„ูŒ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ (16)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Huud: 15-16)

Demikianlah. Jika amal-amal akhirat dilakukan untuk target duniawi semata-mata, tidak ada tujuan akhirat sama sekali, begitu keras ancamannya. Sebab itu merupakan bentuk kesyirikan.

Disebutkan dalam Shahih Muslim, kisah Mujahidin, Qari, dan seorang dermawan, yang semuanya masuk neraka, lantaran amal shalih mereka, jihad, membaca Al Quran, dan sedekah bukan mencari ridha Allah ๏ทป tetapi tujuan duniawi semata.

📌Lalu .., Bagaimana Dengan Amal Shalih Yang bercampur?

Seseorang beramal akhirat, tujuannya akhirat, tapi ada noda tujuan dunia. Apakah ini tetap berpahala atau justru siksa? Ataukah tidak berpahala dan juga tidak ada siksa? Ataukah masing-masing dapat bagiannya, dia diberikan pahala karena niat akhiratnya dan dia juga berdosa karena noda dunianya.

Hal ini seperti seseorang pergi haji dengan niat berdagang, puasa sunnah sekalian diet, wudhu untuk kesegaran, dan semisalnya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa amal ini gugur. Hal ini berdasarkan hadits Abu Umamah Radhiallahu โ€˜Anhu:

ุฌุงุก ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูู‚ุงู„ ุฃุฑุฃูŠุช ุฑุฌู„ุง ุบุฒุง ูŠู„ุชู…ุณ ุงู„ุฃุฌุฑ ูˆุงู„ุฐูƒุฑ ู…ุงู„ู‡ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู„ุง ุดูŠุก ู„ู‡ ูุฃุนุงุฏู‡ุง ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช ูŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู„ุง ุดูŠุก ู„ู‡ ุซู… ู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠู‚ุจู„ ู…ู† ุงู„ุนู…ู„ ุฅู„ุง ู…ุง ูƒุงู† ู„ู‡ ุฎุงู„ุตุง ูˆุงุจุชุบูŠ ุจู‡ ูˆุฌู‡ู‡

Datang seorang laki-laki kepada Nabi ๏ทบ dan dia bertanya: โ€œApa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berperang dalam rangka mencari balasan harta dunia?โ€ Maka Rasulullah ๏ทบ menjawab: โ€œDia tidak mendapatkan apa-apa.โ€ Orang itu mengulangi sampai tiga kali, semua di jawab oleh Rasulullah ๏ทบ : โ€œDia tidak mendapatkan apa-apa.โ€ Lalu Beliau bersabda: โ€œSesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali amal itu ikhlas berharap wajahNya semata.โ€ (HR. An Nasaโ€™i No. 3140, hasan shahih)

Inilah pendapat Imam Ibnu Rajab dalam Jaamiโ€™ Al โ€˜Uluum wal Hikam, saya akan kutip bagian yang penting saja:

ูˆุงุนู„ู… ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ุนู…ู„ ู„ุบูŠุฑู ุงู„ู„ู‡ ุฃู‚ุณุงู…ูŒ : ูุชุงุฑุฉู‹ ูŠูƒูˆู†ู ุฑูŠุงุกู‹ ู…ุญุถุงู‹ ุŒ ุจุญูŠุซู ู„ุง ูŠูุฑุงุฏู ุจู‡ ุณูˆู‰ ู…ุฑุงุขุช ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚ูŠู† ู„ุบุฑุถู ุฏูู†ูŠูˆูŠู‘ู ุŒ ูƒุญุงู„ู ุงู„ู…ู†ุงููู‚ูŠู† ููŠ ุตู„ุงุชู‡ู… ุŒ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ – ุนุฒ ูˆุฌู„ – : { ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุคููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹ } .
ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : { ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูŠูุฑูŽุงุคููˆู†ูŽ } ุงู„ุขูŠุฉ
ูˆูƒุฐู„ูƒ ูˆุตู ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ูƒูุงุฑ ุจุงู„ุฑู‘ููŠุงุก ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ : { ูˆูŽู„ุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌููˆุง ู…ูู†ู’ ุฏููŠูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุจูŽุทูŽุฑุงู‹ ูˆูŽุฑูุฆูŽุงุกูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽูŠูŽุตูุฏู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‡ } ((5)) .
ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุฑู‘ููŠุงุกู ุงู„ู…ุญุถู ู„ุง ูŠูƒุงุฏ ูŠุตุฏูุฑู ู…ู† ู…ูุคู…ู†ู ููŠ ูุฑุถ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ูˆุงู„ุตู‘ููŠุงู…ู ุŒ ูˆู‚ุฏ ูŠุตุฏูุฑู ููŠ ุงู„ุตู‘ูŽุฏู‚ุฉู ุงู„ูˆุงุฌุจุฉู ุฃูˆ ุงู„ุญุฌู‘ู ุŒ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุธุงู‡ุฑุฉู ุŒ ุฃูˆ ุงู„ุชูŠ ูŠุชุนุฏู‘ูŽู‰ ู†ูุนูู‡ุง ุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠู‡ุง ุนุฒูŠุฒูŒ ุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุนู…ู„ู ู„ุง ูŠุดูƒู‘ู ู…ุณู„ู…ูŒ ุฃู†ู‘ูŽู‡ ุญุงุจูุทูŒ ุŒ ูˆุฃู†ู‘ูŽ ุตุงุญุจู‡ ูŠุณุชุญู‚ู‘ู ุงู„ู…ู‚ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ุนูู‚ูˆุจุฉ

Ketahuilah bahwa amal karena selain Allah ada beberapa macam; kadang karena semata-mata riya, yang tidak dimaksudkan pamer kepada makhluk dengan motivasi duniawi, seperti keadaan kaum munafik dalam shalat mereka, sebagaimana firman Allah ๏ทป :

Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali hanya sedikit. (QS. An Nisa: 142)

Ayat yang lain:

Celakah bagi orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dari shalatnya, yaitu mereka yang shalatnya ingin dilihat manusia. (QS. Al Maโ€™un: 4-5)

Begitu juga Allah ๏ทป mensifatkan orang-orang kafir dengan riya, dalam firmanNya:

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Anfal: 47)

Inilah riya yang murni, hampir-hampir seorang mukmin tidak akan muncul perasaan itu dalam shalat dan puasanya. Tapi bisa jadi muncul pada amal sedekah, haji, atau lainnya, yang merupakan amal zhahir atau kelihatan hasilnya. Ikhlas dalam amal-amal ini merupakan sesuatu yang amat berharga dan mulia. Tidak ragu lagi, bahwa amal seperti ini bisa menggugurkan pahala, bahkan itu layak dibenci Allah dan mendapatkan hukuman. (Jaamiโ€™ Al โ€˜Uluum wal Hikam, 3/30)

Sementara itu, ulama lain mengatakan bahwa amal shalih yang bercampur dorongan duniawi tetap di terima oleh Allah ๏ทป walau tidak sesempurna yang ikhlas secara total.

Alasannya adalah:

ููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ู (7) ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ุดูŽุฑู‘ู‹ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ู (8)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al Zalzalah: 7-8)

Ayat lain:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูŠูุถูŽุงุนููู’ู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุคู’ุชู ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS. An Nisa: 40)

Inilah yang diikuti oleh Imam Al Ghazali Rahimahullah, Beliau mengatakan:

ุฃู…ุง ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠุฑุฏ ุจู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุฑูŠุงุก ูู‡ูˆ ุนู„ูŠู‡ ู‚ุทุนุงู‹ ูˆู‡ูˆ ุณุจุจ ุงู„ู…ู‚ุช ูˆุงู„ุนู‚ุงุจ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุฎุงู„ุต ู„ูˆุฌู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูู‡ูˆ ุณุจุจ ุงู„ุซูˆุงุจ ูˆุฅู†ู…ุง ุงู„ู†ุธุฑ ููŠ ุงู„ู…ุดูˆุจ ูˆุธุงู‡ุฑ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุชุฏู„ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุซูˆุงุจ ู„ู‡ ูˆู„ูŠุณ ุชุฎู„ูˆ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุนู† ุชุนุงุฑุถ ููŠู‡ ูˆุงู„ุฐูŠ ูŠู†ู‚ุฏุญ ู„ู…ุง ููŠู‡ ูˆุงู„ุนู„ู… ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ู‚ุฏุฑ ู‚ูˆุฉ ุงู„ุจุงุนุซ ูุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุจุงุนุซ ุงู„ุฏูŠู†ูŠ ู…ุณุงูˆูŠุงู‹ ู„ู„ุจุงุนุซ ุงู„ู†ูุณูŠ ุชู‚ุงูˆู…ุงู‹ ูˆุชุณุงู‚ุทุงู‹ ูˆุตุงุฑ ุงู„ุนู…ู„ ู„ุง ู„ู‡ ูˆู„ุง ุนู„ูŠู‡ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุจุงุนุซ ุงู„ุฑูŠุงุก ุฃุบู„ุจ ูˆุฃู‚ูˆู‰ ูู‡ูˆ ู„ูŠุณ ุจู†ุงูุน ูˆู‡ูˆ ู…ุน ุฐู„ูƒ ู…ุถุฑ ูˆู…ูุถ ู„ู„ุนู‚ุงุจ
ู†ุนู… ุงู„ุนู‚ุงุจ ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ุฃุฎู ู…ู† ุนู‚ุงุจ ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุฐูŠ ุชุฌุฑุฏ ู„ู„ุฑูŠุงุก ูˆู„ู… ูŠู…ุชุฒุฌ ุจู‡ ุดุงุฆุจุฉ ุงู„ุชู‚ุฑุจ
ูˆุฅู† ูƒุงู† ู‚ุตุฏ ุงู„ุชู‚ุฑุจ ุฃุบู„ุจ ุจุงู„ุฅุถุงูุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุจุงุนุซ ุงู„ุขุฎุฑ ูู„ู‡ ุซูˆุงุจ ุจู‚ุฏุฑ ู…ุง ูุถู„ ู…ู† ู‚ูˆุฉ ุงู„ุจุงุนุซ ุงู„ุฏูŠู†ูŠ

Orang yang beramal semata karena riya, sudah pasti amalnya itu menyebabkan kebencian dan siksa dari Allah ๏ทป. Sedangkan yang melakukan karena ikhlas, maka amal itu menjadi sebab datangnya pahala dari Allah.

Yang perlu dikaji lagi adalah amalan yang niatnya bercampur. Menurut zhahir hadits ada yang menyebut bahwa amal itu tidak ada pahalanya. Namun hadits lain menunjukkan sebaliknya. Yang bisa dikatakan dalam masalah ini -dan ilmunya pada sisi Allah ๏ทป- bisa dilihat dari sisi kekuatan motivasinya amal. Jika motivasi keagamaan sejajar dengan motivasi pribadi, baik ukuran dan timbangan, maka amal itu tidak mendatangkan pahala dan dosa.

Jika pendorong riya lebih dominan dan kuat, maka amal itu tidak bermanfaat, dan bahkan bisa mendatangkan siksa. Namun siksa ini lebih ringan daripada siksa amal yang semata karena riya, dan tidak dicampuri motivasi untuk taqarrub kepada Allah ๏ทป.

Jika tujuan taqarrub lebih dominan dari pada motivasi lainnya, maka dia mendapatkan pahala sesuai kekuatan motivasi agama. (Ihya โ€˜Ulumuddin, 4/384)

Apa yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali sangat bagus dan memuaskan, baik secara dalil naqli dan akal. Semoga rahmat Allah ๏ทป atasnya dan kita semua.

Demikian. Wallahu Aโ€™lam

🍃🌿🌺☘🌾🌹🌻🌴

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top