Hukum Mengubah Nadzar

💢💢💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum ,dulu istri saya pernah bernazar memberimakan 100 orang di suatu surau di kampung halaman kami, tetapi sekarang tinggal di rantau. kalau lah nazar tersebut kami bayarkan di mana kami bermukim sekrang boleh kah pak ustadz? (Yopi, Payakumbuh)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim ..

Pada dasarnya nadzar mesti ditepati, apa adanya, tidak boleh dibatalkan.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Umar Radhiyallahu ‘Anhu, saat Umar Radhiyallahu ‘Anhu bernadzar i’tikaf di masjid al Haram, saat masih jahiliyah dulu:

ุฃูŽูˆู’ูู ุจูู†ูŽุฐู’ุฑููƒูŽ

Penuhi nadzarmu. (HR. Bukhari no. 9967)

Tapi, ada kondisi seseorang sulit menjalankan nadzarnya, sehingga boleh baginya bernadzar kepada yang lebih baik (afdol) dan mungkin dia lakukan.

Hal ini sesuai riwayat berikut:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – – ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงูŽู„ู’ููŽุชู’ุญู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู! ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ุฅูู†ู’ ููŽุชูŽุญูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงูŽู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง” . ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุตูŽู„ู‘ู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง”. ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุดูŽุฃู’ู†ููƒูŽ ุฅูุฐู‹ุง” – ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู, ุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ, ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู ุงูŽู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู

Dari Jabir Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata pada hari Fathul Makkah: โ€œWahai Rasulullah, aku telah bernadzar jila Allah menaklukan kota Mekkah untukmu, aku akan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha).โ€ Nabi bersabda: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu meminta lagi.ย Nabi menjawab: โ€œShalat di sini saja.โ€ Orang itu masih meminta lagi. Maka Nabi menjawab: โ€œKalau begitu terserah kamu.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan oleh Al Hakim)

Dalam hadits ini, seorang sahabat bernadzar ingin shalat di Baitul Maqdis (Palestina), jika berhasil Fathul Makkah. Ketika terwujud Fathul Makkah, dan dia ingin menjalankan nadzarnya, Nabi Muhammad Shalallahu’Alaihi wa Sallam menganjurkan untuk diubah ke Masjid Al Haram saja, sebab itu tempat lebih utama dan lebih dekat tempatnya.

Oleh karena itu, Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan:

ูˆู…ู† ู†ุฐุฑ ุตูˆู…ุงู‹ ู…ุนูŠู†ุงู‹ ูู„ู‡ ุงู„ุงู†ุชู‚ุงู„ ุฅู„ู‰ ุฒู…ู† ุฃูุถู„ ู…ู†ู‡

Barang siapa yang bernadzar puasa secara khusus maka lebih utama baginya mengubah ke waktu (hari) yang lebih afdol.

(Ikhtiyarat, Hal. 329)

Maka, terkait pertanyaan di atas, silahkan dia menjalankan nadzarnya di daerahnya saat ini jika itu lebih mudah dijalankan tapi tidak boleh baginya mengurangi sifatnya misal menjadi memberi 50 fakir miskin, tapi hendaknya tetap 100 bahkan sebaiknya lebih. Wallahu a’lam

Wa Shalallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa’ala aalihi wa Shahbihi wa Sallam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top