Shalat Berjamaah Berdua, Sejajar atau Mundur Dikit?

💦💥💦💥💦💥

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum, tadz ada yg bertanya tentang kaifiyat shalat jamaah yg cuma 2 orang, terkait posisi. Apakah persis sejajar atau agak kebelakang dikit. Yg ana pahami tdk persis sejajar. Terkait hadits dibawah ini bgmn?. Syukron

Cara shalat berjemaah yang dilakukan dua orang, satu imam dan satu makmum, dirinci sebagai berikut:

Sesama jenis, keduanya laki-laki atau keduanya wanita.ย Posisi makmum tepat persis di samping kanan imam, dan tidak bergeser sedikit ke belakang. Ini sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbasradhiallahu โ€˜anha; beliau menceritakan, โ€œSaya pernah menginap di rumah Maimunah (bibi Ibnu Abbas dan istri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam). Ketika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melaksanakan shalat tahajud, aku pun menyusul beliau dan berdiri di sebelah kiri beliau. Kemudian, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memindahkanku ke sebelah kanan, sejajar.โ€ (H.R. Bukhari dan Muslim)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah .., Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Hadits Ibnu Abbas tersebut, secara zhahir menunjukkan bahwa antara imam dan makmum, jika shalat hanya berdua, adalah sejajar.

Oleh karena itu Imam Al Bukhari membuat BAB dalam kitab Shahih-nya berjudul:

ุจุงุจ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ู ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุจูุญูุฐูŽุงุฆูู‡ู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุง ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู

โ€œBab berdiri di samping kanan Imam secara sejajar jika hanya dua orangโ€

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata tentang maksud kata Sawaaโ€™an (sejajar sama rata):

ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฃูŽุฎู‘ูŽุฑู

Tidak kedepan dan tidak mundur. (Fathul Bari, 3/38)

Beliau juga mengatakan, โ€œUcapan Ibnu โ€˜Abbas โ€œAku berdiri di sampingnyaโ€ secara zhahir menunjukkan berdiri sejajar.โ€ (Ibid)

Beliau mengutip, Ibnu Juraij yang berdialog dengan โ€˜Atha:

ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูู„ูŽู‰ ุดูู‚ู‘ูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู’ู…ูŽู†ู . ู‚ูู„ู’ุชู : ุฃูŽูŠูุญูŽุงุฐููŠ ุจูู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุตููู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽูููˆุชู ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู’ุขุฎูŽุฑูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู†ูŽุนูŽู…ู’ . ู‚ูู„ู’ุชู : ุฃูŽุชูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณูŽุงูˆููŠูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููุฑู’ุฌูŽุฉูŒ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู†ูŽุนูŽู…ู’

Seorang laki-laki yang shalat bersama seorang laki-laki, di mana posisinya? Beliau menjawab: “Di sisi kanannya.” Aku bertanya lagi: apakah dia mesti berada disampingnya sampai tidak bisa disisipi org lain?” Dia jawab: “Ya.” Aku bertanya: “Apakah kamu suka menyejajarkan mereka sampai tidak ada celah di antara mereka berdua?” Beliau menjawab: “Ya.”
(Ibid)

Tapi …., hadits itu dipahami beda oleh ulama lain. Mereka menganggap tidak berarti sejajar, disamping bukan berarti sejajar persis.

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari:

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู†ูŽุง : ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ูููŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู…ู ุฏููˆู†ูŽู‡ู ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง

โ€œPara sahabat kami (Syafiโ€™iyyah) mengatakan: disunnahkan posisi makmum adalah dibelakang sedikit (dari imam).โ€

Beliau berkata lagi:

ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู…ููˆูŽุทู‘ูŽุฃู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูุชู’ุจูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ุจูุงู„ู’ู‡ูŽุงุฌูุฑูŽุฉู ููŽูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูู‡ู ูŠูุณูŽุจู‘ูุญู ููŽู‚ูู…ู’ุชู ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽู†ููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ููŠ ุญูุฐูŽุงุกูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ูู‡ู

Dalam Al Muwaththaโ€™, dari Abdullah bin โ€˜Utbah bin Masโ€™ud, dia berkata: โ€œAku masuk menemui Umar bin Al Khathab di siang hari, aku temui Beliau sedang bertasbih, lalu aku berdiri di belakangnya, dia menarik aku untuk MENDEKAT sampai berada di samping kanannya.โ€ (Fathul Bari, 3/38)

Imam Asy Syaukani mengomentari pendapat golongan Syafiโ€™iyah yang dibawakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar, katanya:

ูˆู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ููŠู…ุง ุฃุนู„ู… ุฏู„ูŠู„

Sejauh yang saya ketahui, hal itu tidak ada dalilnya. (Nailul Authar, 3/174)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah berkata:

ูุฐู‡ุจ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ู‰ ุฃู†ู‡ ูŠู‚ูˆู… ุนู† ูŠู…ูŠู† ุงู„ุฅู…ุงู… ู…ุชุฃุฎุฑุงู‹ ุนู†ู‡ ู‚ู„ูŠู„ุงู‹ุŒ ุจุญูŠุซ ูŠู‚ู ุนู†ุฏ ุนู‚ุจู‡. ู‚ุงู„ ููŠ ุงู„ู…ุจุฏุน: ูˆูŠู†ุฏุจ ุชุฎู„ูู‡ ู‚ู„ูŠู„ุง ุฎูˆูุงู‹ ู…ู† ุงู„ุชู‚ุฏู…ุŒ ูˆู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุตุงุญุจ ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ุชูƒูˆู† ุฃุตุงุจุนู‡ ุนู†ุฏ ุนู‚ุจ ุงู„ุฅู…ุงู…

Mayoritas ulama mengatakan bahwa posisi makmum adalah di sebalah kanan imam agak sedikit mundur, sehingga dia berada dibelakangnya. Dalam Al Mubdiโ€™ disebutkan: โ€œDisunahkan berada di belakangnya sedikit, sebab dikhawatirkan dia mendahului barisan imam.โ€ Dan berkata Muhammad โ€“kawan Abu Hanifah- : hendaknya dia berada di belakang imam sejarak kumpulan jari jemarinya. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 11/10864)

Wal hasil, perbedaan ini sudah ada sejak masa salaf, keduanya sah. Maka, bertoleranlah. Ini pun bukan masalah sah atau tidaknya shalat, atau halal dan haram dalam shalat.

Demikian. Wallahu a’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top