Kumpulan Hadits-Hadits Shahih Tentang Shaum (Puasa) dan Ramadhan

💦💥💦💥💦💥

Ini adalah risalah kecil tentang kumpulan hadits-hadits shahih seputar puasa (shaum) dan bulan Ramadhan, dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Pentingnya risalah ini adalah sebagai bahan referensi yang bisa dijadikan sandaran terpercaya dalam mengamalkan ajaran agama; khususnya tentang shaum dan Ramadhan. Selain itu, ini merupakan upaya meredam kebiasaan sebagian umat Islam, baik kaum terpelajar dan orang awam, yang sering menyampaikan hadits-hadits tentang shaum dan Ramadhan tanpa memberitahukan, atau tanpa mau tahu, tentang dari siapakah hadits itu berasal? Terlebih lagi bagaimana otentitas hadits tersebut; shahih atau dhaif?

Hendaklah seorang muslim lebih perhatian dengan pengamalan hadits-hadits shahih. Sebab, kesibukkan dengan hadits-hadits shahih akan dapat mengurangi tersebarnya hadits-hadits dhaif di tengah umat Islam.

Berikut ini adalah kumpulan hadits-hadits shahih tersebut, sejauh yang bisa kami kumpulkan. Selain itu, kami juga tambahkan seperlunya atsar shahih dari para sahabat dan tabiโ€™in. Kami yakini upaya ini masih sangat memerlukan tambahan di sana sini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Tabaraka wa Taโ€™ala.

1⃣ Berpuasa karena melihat hilal, berhari raya juga karena melihat hilal, jika tertutup awan maka genapkan hingga tiga puluh hari

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุตููˆู…ููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุบูุจู‘ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆุง ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Syaโ€™ban sampai tiga puluh hari. (HR. Bukhari No. 1909)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽุตููˆู…ููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุฃูุบู’ู…ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

Maka berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, lalu jika kalian terhalang maka ditakarlahlah sampai tiga puluh hari. (HR. Muslim No. 1080, 4)

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุชูุณู’ุนูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู†ูŽ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุตููˆู…ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑูŽูˆู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชููู’ุทูุฑููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑูŽูˆู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู

Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

2⃣ Berpuasa Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802)

Makna โ€˜diampuninya dosa-dosa yang laluโ€™ adalah dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa besar โ€“seperti membunuh, berzina, mabuk, durhaka kepada orang tua, sumpah palsu, dan lainnya- hanya bias dihilangkan dengan tobat nasuha, yakni dengan menyesali perbuatan itu, membencinya, dan tidak mengulanginya sama sekali. Hal ini juga ditegaskan oleh hadits berikut ini.

3⃣ Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุงุชูŒ ู„ูู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œShalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.โ€ (HR. Muslim No. 233)

4⃣ Shalat pada malam Lailatul Qadar menghilangkan dosa-dosa yang lalu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ู† ู‚ุงู… ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุงุŒ ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

“Barang siapa yang shalat

malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan ihtisab (mendekatkan diri kepada Allah) , maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 35, 38, 1802)

5⃣ Shalat malam (tarawih) Pada Bulan Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุงุŒ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

“Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905)

6⃣ Dibuka Pintu Surga, Dibuka pinta Rahmat, Ditutup Pintu Neraka, dan Syetan dibelenggu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู† ููุชู‘ูุญูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุบูู„ู‘ูู‚ูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตููู‘ูุฏูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim No. 1079)

Dalam hadits lain:

ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฑู…ุถุงู† ูุชุญุช ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฑุญู…ุฉุŒ ูˆุบู„ู‚ุช ุฃุจูˆุงุจ ุฌู‡ู†ู…ุŒ ูˆุณู„ุณู„ุช ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†

“Jika bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dirantai.” (HR. Muslim No. 1079)

7⃣ Allah Taโ€™ala Langsung Membalas Pahala Puasa

Firman Allah Taโ€™ala dalam hadist Qudsi :

ูƒูู„ู‘ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ููŠุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู

โ€œSetiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.โ€ (HR. Bukhari No. 1795, Muslim No. 1151, Ibnu Majah No. 1638, 3823, Ahmad No. 7494, Ibnu Khuzaimah No. 1897, Ibnu Hibban No. 3416)

8⃣ Disediakan Pintu Ar Rayyan bagi orang yang puasa

Haditsnya:

ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

โ€œSesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, dan tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka. Dikatakan: โ€œMana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang memasukinya seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melaluinya.โ€ (HR. Bukhari No. 1797, 3084, Muslim No. 1152, At Tirmidzi No. 762, Ibnu Majah No. 1640)

9⃣ Bau mulut orang puasa lebih Allah Taโ€™ala cinta di banding kesturi

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุฎูู„ููˆูู ููŽู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู

โ€ฆ Demi Yang Jiwa Muhammad ada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa lebih Allah cintai u dibanding bau misk (kesturi) โ€ฆโ€ (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

🔟 Dua kebahagiaan bagi orang berpuasa

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam:

ู„ู„ุตุงุฆู… ูุฑุญุชุงู† ูŠูุฑุญู‡ู…ุง: ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ูุฑุญุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู‚ูŠ ุฑุจู‡ ูุฑุญ ุจุตูˆู…ู‡

โ€œBagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.โ€ (HR. Bukhari No. 1805, 7054. Muslim no. 1151. At Tirmidzi No. 766. An Nasaโ€™i No. 2211, 2212, 2213, 2215, 2216. Ibnu Majah No. 1638. Ad Darimi No. 1769. Ibnu Hibban No. 3423. Al Baihaqi dalam As Sunan No. 7898. Ibnu Khuzaimah No. 1896. Abu Yaโ€™la No. 1005. Ahmad No. 4256, dari Ibnu Masโ€™ud. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 10077. Abdurrazzaq No. 7898)

 

1⃣1⃣ Anjuran bersahur

Dari Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุชูŽุณูŽุญู‘ูŽุฑููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุญููˆุฑู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹

โ€œBersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.โ€ (HR. Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095)

1⃣2⃣ Keutamaan bersahur

Dari Abu Saโ€™id Al Khudri Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงู„ุณู‘ูŽุญููˆุฑู ุฃูŽูƒู’ู„ูู‡ู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŒุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุนููˆู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ุฑูŽุนูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฌูุฑู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุณูŽุญู‘ูุฑููŠู†ูŽ

Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah โ€˜Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. (HR. Ahmad No. 11086, Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya shahih. Lihat Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 11086)

Dari Amru bin Al โ€˜Ash Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽุตู’ู„ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูู†ูŽุง ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽูƒู’ู„ูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูุญููˆุฑ

โ€œPerbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah pada makan sahur.โ€ (HR. Muslim No. 1096)

1⃣3⃣ Disunnahkan mentaโ€™khirkan sahur:

Dari โ€˜Amru bin Maimun Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ูƒุงู† ุฃุตุญุงุจ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุฃุนุฌู„ ุงู„ู†ุงุณ ุฅูุทุงุฑุง ูˆุฃุจุทุฃู‡ู… ุณุญูˆุฑุง

Para sahabat Muhammad Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya. (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7916. Al Faryabi dalam Ash Shiyam No. 52. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 9025)
Imam An Nawawi mengatakan: โ€œsanadnya shahih.โ€ (Lihat Al Majmuโ€™ Syarh Al Muhadzdzab, 6/362), begitu pula dishahihkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar, bahkan menurutnya keshahihan hadits tentang bersegera buka puasa dan mengakhirkan sahur adalah mutawatir. (Lihat Imam Al โ€˜Aini, โ€˜Umdatul Qari, 17/9. Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 4/199)

1⃣4⃣ Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bertadarus Al Quran bersama Malaikat Jibril

Ibnu โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma menceritakan:

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽูŠูุฏูŽุงุฑูุณูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ

Jibril menemuinya (nabi) pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al Quran bersamanya. (HR. Bukhari No. 3220)

1⃣5⃣ Kedermawanan Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam selama bulan Ramadhan melebihi hembusan angin

Ibnu โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, menceritakan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู… ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽูŠูุฏูŽุงุฑูุณูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ููŽู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏู ุจูุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ุฑู‘ููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ูŽุฉู

Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus Al Quran bersamanya. Maka, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang berhembus. (HR. Bukhari No. 3220)

1⃣6⃣ Memberikan makanan buat orang yang berbuka puasa

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ููŽุทู‘ูŽุฑูŽ ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi No. 807, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21676, An Nasaโ€™i dalam As Sunan Al Kubra No. 3332. Al Baihaqi dalam Syuโ€™abul Iman No. 3952. Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ€™ No. 6415. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: hasan lighairih. Lihat Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 21676, Al Bazzar dalam Musnadnya No. 3775)

1⃣7⃣ Memperbanyak doa

Dari Abu Hurairah

Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ูู…ู’ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…

Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: 1. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, 2. Pemimpin yang adil, 3. Doa orang teraniaya. (HR. At Tirmidzi No. 2526, 3598, katanya: hasan. Ibnu Hibban No. 7387, Imam Ibnul Mulqin mengatakan: โ€œhadits ini shahih.โ€ Lihat Badrul Munir, 5/152. Dishahihkan oleh Imam Al Baihaqi. Lihat Shahih Kunuz As sunnah An Nabawiyah, 1/85. Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkannya. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 2526)

1⃣8⃣ Doa ketika berbuka puasa

Berdoa diwaktu berbuka puasa juga diajarkan oleh Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam Berikut ini adalah doanya:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู…ูŽุฃู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽู„ู‘ูŽุชู’ ุงู„ู’ุนูุฑููˆู‚ู ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œAdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca: โ€œDzahaba Azh Zhamaโ€™u wab talatil โ€˜uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.โ€ (HR. Abu Daud No. 2357, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7922, Ad Daruquthni, 2/185, katanya: โ€œisnadnya hasan.โ€ An Nasaโ€™i dalam As sunan Al Kubra No. 3329, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1536, katanya: โ€œShahih sesuai syarat Bukhari- Muslimโ€. Al Bazzar No. 4395. Dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ€™ No. 4678)

1⃣9⃣ Iโ€™tikaf di-โ€˜asyrul awakhir (10 hari tertakhir) Ramadhan

Dari โ€˜Aisyah Radiallahu โ€˜Anha:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู

Bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam beriโ€™tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatka Allah, kemudian istri-istrinya pun Iโ€™tikaf setelah itu.(HR. Bukhari No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽูƒููู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‚ูุจูุถูŽ ูููŠู‡ู ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง

Dahulu Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam Iโ€™tikaf di setiap Ramadhan 10 hari, tatkala pada tahun beliau wafat, beliau Iโ€™tikaf 20 hari. (HR. Bukhari No. 694, Ahmad No. 8662, Ibnu Hibban No. 2228, Al Baghawi No. 839, Abu Yaโ€™la No. 5843, Abu Nuโ€™aim dalam Akhbar Ashbahan, 2/53)

2⃣0⃣ Tarawihnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam

Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam shalat di masjid, lalu manusia mengikutinya, keesokannya shalat lagi dan manusia semakin banyak, lalu pada malam ketiga atau keempat mereka berkumpul namun Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tidak keluar bersama mereka, ketika pagi hari beliau bersabda:

ู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูู…ู’ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฎูุฑููˆุฌู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ูู‘ูŠ ุฎูŽุดููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุชููู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œAku melihat apa yang kalian lakukan, dan tidak ada yang mencegahku keluar menuju kalian melainkan aku khawatir hal itu kalian anggap kewajiban.โ€ Itu terjadi pada bulan Ramadhan. (HR. Bukhari No. 1129, Muslim No. 761)

2⃣1⃣ Terawih pada masa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: 8 rakaat dan witir 3 rakaat

Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, dia berkata:

ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฒููŠุฏู ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉ

โ€œBahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat shalat malam, baik pada bulan Ramadhan atau selainnya.โ€ (HR. Bukhari No. 2013, 3569, Muslim No. 738)

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu โ€˜Anhu, dia berkata:

ุฌุงุก ุฃุจูŠ ุจู† ูƒุนุจ ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„ : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ุฅู† ูƒุงู† ู…ู†ูŠ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุดูŠุก ูŠุนู†ูŠ ููŠ ุฑู…ุถุงู† ุŒ ู‚ุงู„ : ยซ ูˆู…ุง ุฐุงูƒ ูŠุง ุฃุจูŠ ุŸ ยป ุŒ ู‚ุงู„ : ู†ุณูˆุฉ ููŠ ุฏุงุฑูŠ ุŒ ู‚ู„ู† : ุฅู†ุง ู„ุง ู†ู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูู†ุตู„ูŠ ุจุตู„ุงุชูƒ ุŒ ู‚ุงู„ : ูุตู„ูŠุช ุจู‡ู† ุซู…ุงู† ุฑูƒุนุงุช ุŒ ุซู… ุฃูˆุชุฑุช ุŒ ู‚ุงู„ : ููƒุงู† ุดุจู‡ ุงู„ุฑุถุง ูˆู„ู… ูŠู‚ู„ ุดูŠุฆุง

Ubay bin Kaโ€™ab datang kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan berkata: โ€œWahai Rasulullah, semalam ada peristiwa pada diri saya (yaitu pada bulan Ramadhan).โ€ Rasulullah bertanya: โ€œKejadian apa itu Ubay?โ€, Ubay menjawab: โ€œAda beberapa wanita di rumahku, mereka berkata: โ€œKami tidak membaca Al Quran, maka kami akan shalat bersamamu.โ€ Lalu Ubay berkata: โ€œLalu aku shalat bersama mereka sebanyak delapan rakaat, lalu aku witir,โ€ lalu Ubay berkata: โ€œNampaknya nabi ridha dan dia tidak mengatakan apa-apa.โ€ (HR. Abu Yaโ€™la dalam Musnadnya No. 1801. Ibnu Hibban No. 2550, Imam Al Haitsami mengatakan: sanadnya hasan. Lihat Majmaโ€™ az Zawaid, Juz. 2, Hal. 74)

2⃣2⃣ Terawih pada masa Sahabat: 20 rakaat dan witir 3 rakaat serta terawih 36 rakaat dan witir 3 rakaat

Pada masa sahabat, khususnya sejak masa khalifah Umar bin Al Khathab Radhilallahu โ€˜Anhu dan seterusnya, manusia saat itu melaksanakan shalat tarawih dua puluh rakaat.

ูˆุตุญ ุฃู† ุงู„ู†ุงุณ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุตู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุนู‡ุฏ ุนู…ุฑ ูˆุนุซู…ุงู† ูˆุนู„ูŠ ุนุดุฑูŠู† ุฑูƒุนุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ุฑุฃูŠ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ู…ู† ุงู„ุญู†ููŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ูˆุฏุงูˆุฏุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ: ูˆุฃูƒุซุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ู…ุง ุฑูˆูŠ ุนู† ุนู…ุฑ ูˆุนู„ูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนุดุฑูŠู† ุฑูƒุนุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆุงุจู† ุงู„ู…ุจุงุฑูƒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠุŒ ูˆู‚ุงู„: ู‡ูƒุฐุง ุฃุฏุฑูƒุช ุงู„ู†ุงุณ ุจู…ูƒุฉ ูŠุตู„ูˆู† ุนุดุฑูŠู† ุฑูƒุนุฉ

โ€œDan telah shahih, bahwa manusia shalat pada masa Umar, Utsman, dan Ali sebanyak 20 rakaat, dan itulah pendapat jumhur (mayoritas) ahli fiqih dari kalangan Hanafi, Hambali, dan Daud. Berkata At Tirmidzi: โ€˜Kebanyakan ulama berpendapat seperti yang diriwayatkan dari Umar dan Ali, dan selain keduanya dari kalangan sahabat nabi yakni sebanyak 20 rakaat. Itulah pendapat Ats Tsauri, Ibnul Mubarak. Berkata Asy Syafiโ€™i: โ€œDemikianlah, aku melihat manusia di Mekkah mereka shalat 20 rakaat.โ€ (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/206

Imam Ibnu Hajar Rahimahullah menyebutkan:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูŠูŽุฒููŠุฏ ุจู’ู† ุฑููˆู…ูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ” ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณ ูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ูููŠ ุฒูŽู…ูŽุงู†ู ุนูู…ูŽุฑ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ” ูˆูŽุฑูŽูˆูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ุจู’ู† ู†ูŽุตู’ุฑ ู…ูู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ ุนูŽุทูŽุงุก ู‚ูŽุงู„ูŽ ” ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุชู‡ู…ู’ ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู† ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑ “

โ€œDari Yazid bin Ruman, dia berkata: โ€œDahulu manusia pada zaman Umar melakukan 23 rakaat.โ€ Dan Muhammad bin Nashr meriwayatkan dari Athaโ€™, dia berkata: โ€œAku berjumpa dengan mereka pada bulan Ramadhan, mereka shalat 20 rakaat dan tiga rakaat witir.โ€ (Fathul Bari, 4/253)

Beliau melanjutkan:

ูˆูŽุฑูŽูˆูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ุงูุจู’ู† ู†ูŽุตู’ุฑ ู…ูู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ุจู’ู† ู‚ูŽูŠู’ุณ ู‚ูŽุงู„ูŽ ” ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุช ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณ ูููŠ ุฅูู…ูŽุงุฑูŽุฉ ุฃูŽุจูŽุงู†ูŽ ุจู’ู† ุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูู…ู’ุฑ ุจู’ู† ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒ – ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู – ูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ุจูุณูุชูู‘ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ูˆูŽูŠููˆุชูุฑููˆู†ูŽ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ” ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุงู„ููƒ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽู†ูŽุง . ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ุฒูŽู‘ุนู’ููŽุฑูŽุงู†ููŠูู‘ ุนูŽู†ู’ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูู‘ ” ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุช ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณ ูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุจูุชูุณู’ุนู ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ูˆูŽุจูู…ูŽูƒูŽู‘ุฉ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุก ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุถููŠู‚ูŒ “

Muhammad bin Nashr meriwayatkan dari jalur Daud bin Qais, dia berkata: โ€œAku menjumpai manusia pada masa pemerintahan Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz โ€“yakni di Madinah- mereka shalat 39 rakaat dan ditambah witir tiga rakaat.โ€ Imam Malik berkata,โ€Menurut saya itu adalah perkara yang sudah lama.โ€ Dari Az Zaโ€™farani, dari Asy Syafiโ€™i: โ€œAku melihat manusia shalat di Mad

inah 39 rakaat, dan 23 di Mekkah, dan ini adalah masalah yang lapang.โ€ (Ibid)

2⃣3⃣ Orang yang sia-sia puasanya

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ูƒูŽู…ู’ ู…ูู†ู’ ุตูŽุงุฆูู…ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุฌููˆุนู

Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja. (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)

Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: hasan. (Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 9685), Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: hadits ini shahih. (Sunan Ad Darimi No. 2720. Cet. 1, 1407H. Darul Kitab Al โ€˜Arabi, Beirut)

2⃣4⃣ Boleh mencium isteri jika mampu menahan diri

Diriwayatkan dari Umar Radhilallahu โ€˜Anhu:

ุนู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุดูŽุดู’ุชู ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ููŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ุตูŽู†ูŽุนู’ุชู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ููŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ู„ูŽูˆู’ ุชูŽู…ูŽุถู’ู…ูŽุถู’ุชูŽ ุจูู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽูููŠู…ูŽ

Suatu hari bangkitlah syahwat saya, lalu saya mencium isteri, saat itu saya sedang puasa. Maka saya datang kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, saya berkata: โ€œHari ini, Aku telah melakukan hal yang besar, aku mencium isteri padahal sedang puasa.โ€ Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œApa pendapatmu jika kamu bekumur-kumur dengan air dan kamu sedang berpuasa?โ€, Saya (Umar) menjawab: โ€œTidak mengapa.โ€ Maka Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œLalu, kenapa masih ditanya?โ€ (HR. Ahmad, No. 138, 372. Al Hakim, Al Mustadrak No. 1572, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 7808, 8044. Ibnu Khuzaimah No. 1999)

Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Hakim. (Al Mustadrak โ€˜Alash Shahihain No. 1572). Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Lihat Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 138). Syaikh Al Aโ€™zhami (Tahqiq Shahih Ibnu Khuzaimah No. 1999)

Hadits di atas menerangkan bahwa mencium isteri dan berkumur-kumur hukumnya sama yakni boleh, kecuali berlebihan hingga bersyahwat, apalagi mengeluarkan air mani.

Dari Abu Salamah, bahwa โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha berkata:

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ุจู„ ุจุนุถ ู†ุณุงุฆู‡ ูˆู‡ูˆ ุตุงุฆู…. ู‚ู„ุช ู„ุนุงุฆุดุฉ: ููŠ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ูˆุงู„ุชุทูˆุนุŸ ู‚ุงู„ุช ุนุงุฆุดุฉ: ููŠ ูƒู„ ุฐู„ูƒุŒ ููŠ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ูˆุงู„ุชุทูˆุน

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mencium sebagian isterinya dan dia sedang puasa.โ€ dan aku juga berpuasa.โ€ Aku (Abu Salamah) berkata kepada โ€˜Aisyah: โ€œApakah pada puasa wajib atau sunah?โ€ Beliau menjawab: โ€œPada semuanya, baik puasa wajib dan sunah.โ€ (HR. Ibnu Hibban No. 3545)
Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: โ€œHadits ini shahih.โ€ (Shahih Ibnu Hibban bitartib Ibni Balban, No. 3545)

2⃣5⃣ Berpuasa ketika safar; diberikan pilihan antara tetap berpuasa atau berbuka, tergantung kekuatan orangnya

Dari Hamzah bin Amru Al Aslami Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡: ุฃุฌุฏ ุจูŠ ู‚ูˆุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุตูŠุงู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ. ูู‡ู„ ุนู„ูŠ ุฌู†ุงุญ ุŸุŒ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: “ู‡ูŠ ุฑุฎุตุฉ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูู…ู† ุฃุฎุฐ ุจู‡ุง ูุญุณู†. ูˆู…ู† ุฃุญุจ ุฃู† ูŠุตูˆู… ูู„ุง ุฌู†ุงุญ ุนู„ูŠู‡”.

โ€œWahai Rasulullah, saya punya kekuatan untuk berpuasa dalam safar, apakah salah saya melakukannya?โ€ Maka Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menjawab: โ€œItu adalah rukhshah (keringanan) dari Allah, barang siapa yang mau mengambilnya (yakni tidak puasa) maka itu baik, dan barang siapa yang mau berpuasa maka tidak ada salahnya.โ€ (HR. Muslim No. 1121. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, no. 7947. Ibnu Khuzaimah No. 2026)

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุฑุฌ ุฅู„ู‰ ู…ูƒุฉ ุนุงู… ุงู„ูุชุญ ููŠ ุฑู…ุถุงู† ูุตุงู… ุญุชู‰ ุจู„ุบ ูƒุฑุงุน ุงู„ุบู…ูŠู… ูุตุงู… ุงู„ู†ุงุณ ู…ุนู‡ ูู‚ูŠู„ ู„ู‡ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุฏ ุดู‚ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุตูŠุงู… ูุฏุนุง ุจู‚ุฏุญ ู…ู† ู…ุงุก ุจุนุฏ ุงู„ุนุตุฑ ูุดุฑุจ ูˆุงู„ู†ุงุณ ูŠู†ุธุฑูˆู† ูุฃูุทุฑ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุตุงู… ุจุนุถ ูุจู„ุบู‡ ุฃู† ู†ุงุณุง ุตุงู…ูˆุง ูู‚ุงู„ ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ุนุตุงุฉ

โ€œBahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam keluar pada tahun Fath (penaklukan) menuju Mekkah pada saat Ramadhan. Dia berpuasa hingga sampai pinggiran daerah Ghanim. Manusia juga berpuasa bersamanya. Dikatakan kepadanya: โ€œWahai Rasulullah, nampaknya manusia kepayahan berpuasa.โ€ Kemudian Beliau meminta segelas air setelah asar, lalu beliau minum, dan manusia melihatnya. Maka sebagian manusia berbuka, dan sebagian lain tetap berpuasa. Lalu, disampaikan kepadanya bahwa ada orang yang masih puasa.โ€ Maka Beliau bersabda: โ€œMereka durhaka.โ€ (HR. Muslim No. 1114. Ibnu Hibban No. 2706, An Nasaโ€™i No. 2263. At Tirmidzi No. 710. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No.7935)

Bahkan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah mengkritik orang yang berpuasa dalam keadaan safar dan dia kesusahan karenanya.

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุณูุฑู‡. ูุฑุฃู‰ ุฑุฌู„ุง ู‚ุฏ ุงุฌุชู…ุน ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡. ูˆู‚ุฏ ุถู„ู„ ุนู„ูŠู‡. ูู‚ุงู„: “ู…ุงู„ู‡ ุŸ” ู‚ุงู„ูˆุง: ุฑุฌู„ ุตุงุฆู…. ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: “ู„ูŠุณ ู…ู† ุงู„ุจุฑ ุฃู† ุชุตูˆู…ูˆุง ููŠ ุงู„ุณูุฑ”

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tengah dalam perjalanannya. Dia melihat seseorang yang dikerubungi oleh manusia. Dia nampak kehausan dan kepanasan. Rasulullah bertanya: โ€œKenapa dia?โ€ Mereka menjawab: โ€œSeseorang yang puasa.โ€ Maka Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œTidak ada kebaikan kalian berpuasa dalam keadaan safar.โ€ (HR. Muslim No. 1115)

Jika diperhatikan berbagai dalil ini, maka dianjurkan tidak berpuasa ketika dalam safar, apalagi perjalanan diperkirakan melelahkan. Oleh karena itu, para imam hadits mengumpulkan hadits-hadits ini dalam bab tentang anjuran berbuka ketika safar atau dimakruhkannya puasa ketika safar. Contoh: Imam At Tirmidzi membuat Bab Maa Jaโ€™a fi Karahiyati Ash Shaum fi As Safar (Hadits Tentang makruhnya puasa dalam perjalanan), bahkan Imam Ibnu Khuzaimah menuliskan dalam Shahihnya:

ุจุงุจ ุฐูƒุฑ ุฎุจุฑ ุฑูˆูŠ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุชุณู…ูŠุฉ ุงู„ุตูˆู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุนุตุงุฉ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฐูƒุฑ ุงู„ุนู„ุฉ ุงู„ุชูŠ ุฃุณู…ุงู‡ู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ุงุณู… ุชูˆู‡ู… ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ุงู„ุตูˆู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ู„ู‡ุฐุง ุงู„ุฎุจุฑ

โ€œBab tentang khabar dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tentang penamaan berpuasa saat safar adalah DURHAKA tanpa menyebut alasan penamaan mereka dengan nama ini. Sebagian ulama menyangka bahwa berpuasa ketika safar adalah TIDAK BOLEH karena hadits ini.โ€

Tetapi, jika orang tersebut kuat dan mampu berpuasa, maka boleh saja dia berpuasa sebab berbagai riwayat menyebutkan hal itu, seperti riwayat Hamzah bin Amru Al Aslami Radhiallahu โ€˜Anhu di atas.

Ini juga dikuatkan oleh riwayat lainnya, dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

ู„ุง ุชุนุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุตุงู… ูˆู„ุง ู…ู† ุฃูุทุฑ. ู‚ุฏ ุตุงู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ููŠ ุงู„ุณูุฑุŒ ูˆุฃูุทุฑ

โ€œTidak ada kesulitan bagi orang yang berpuasa, dan tidak ada kesulitan bagi yang berbuka. Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah berpuasa dalam safar dan juga berbuka.โ€ (HR. Muslim No. 1113)

Dari Ibnu Abbas juga:

ุณุงูุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุฑู…ุถุงู†. ูุตุงู… ุญุชู‰ ุจู„ุบ ุนุณูุงู†. ุซู… ุฏุนุง ุจุฅู†ุก ููŠู‡ ุดุฑุงุจ. ูุดุฑุจู‡ ู†ู‡ุงุฑุง. ู„ูŠุฑุงู‡ ุงู„ู†ุงุณ. ุซู… ุฃูุทุฑ. ุญุชู‰ ุฏุฎู„ ู…ูƒุฉ .ู‚ุงู„ ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง: ูุตุงู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุฃูุทุฑ. ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…ุŒ ูˆู…ู† ุดุงุก ุฃูุทุฑ

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengadakan perjalanan pada Ramadhan, dia berpuasa singga sampai โ€˜Asfan. Kemudian dia meminta sewadah air dan meminumnya siang-siang. Manusia melihatnya, lalu dia berbuka hingga masuk Mekkah.โ€ Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma berkata: โ€œMaka Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berpuasa dan berbuka. Barang siapa yang mau maka dia puasa, dan bagi yang mau buka maka dia berbuka.โ€ (Ibid)

Dengan mentawfiq (memadukan) berbagai riwayat yang ada ini, bisa disimpulkan bahwa anjuran dasar bagi orang yang safar adalah berbuka. Namun, bagi yang kuat dan sanggup untuk berpuasa maka boleh saja berbuka atau tidak berpuasa sejak awalnya. Namun bagi yang sulit dan lelah, maka lebih baik dia berbuka saja. Wallahu Aโ€™lam

2⃣6⃣ Umrah ketika Ramadhan adalah sebanding pahalanya seperti haji bersama Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam

Dari Ibnu โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berkata kepada seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan:

ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุชูŽู‚ู’ุถููŠ ุญูŽุฌู‘ูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ุญูŽุฌู‘ูŽุฉู‹ ู…ูŽุนููŠ

โ€œSesungguhnya Umrah ketika bulan Ramadhan sama dengan memunaikan haji atau haji bersamaku.โ€ (HR. Bukhari No. 1863, Muslim No. 1256)

2⃣7⃣ Tentang Lailatul Qadar

Secara spesifik, Lailatul Qadar ada pada sepuluh malam terakhir atau tujuh malam terakhir. Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชูŽุญูŽุฑู‘ููŠู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู

โ€œMaka, barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada sepuluh malam terakhir.โ€ (HR. Bukhari No. 1105)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูุฑููˆุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงู…ู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฑูุคู’ูŠูŽุงูƒูู…ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุงุทูŽุฃูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชูŽุญูŽุฑู‘ููŠู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู

โ€œSesungguhnya seorang laki-laki dari sahabat Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melihat Lailatul Qadr pada mimpinya pada tujuh hari terakhir. Maka bersabda Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œSaya melihat mimpi kalian telah bertepatan pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada tujuh malam terakhir.โ€ (HR. Bukhari No. 1911, 6590, Muslim No.1165 Ibnu Hibban No. 3675, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8327, Ibnu Khuzaimah No. 2182, Malik dalam Al Muwaththaโ€™ No. 697)

Bagaimanakah maksud tujuh malam terakhir? Tertulis penjelasannya dalam Shahih Ibnu Khuzaimah, sebagai berikut:

ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ู‡ุฐุง ุงู„ุฎุจุฑ ูŠุญุชู…ู„ ู…ุนู†ูŠูŠู† ุฃุญุฏู‡ู…ุง ููŠ ุงู„ุณุจุน ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ ูู…ู† ูƒุงู† ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ู…ุง ุนู„ู… ุชูˆุงุทุฃ ุฑุคูŠุง ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฃู†ู‡ุง ููŠ ุงู„ุณุจุน ุงู„ุฃุฎูŠุฑ ููŠ ุชู„ูƒ ุงู„ุณู†ุฉ ุฃู…ุฑู‡ู… ุชู„ูƒ ุงู„ุณู†ุฉ ุจุชุญุฑูŠู‡ุง ููŠ ุงู„ุณุจุน ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ ูˆุงู„ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุซุงู†ูŠ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู†ู…ุง ุฃู…ุฑู‡ู… ุจุชุญุฑูŠู‡ุง ูˆุทู„ุจู‡ุง ููŠ ุงู„ุณุจุน ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ ุฅุฐุง ุถุนููˆุง ูˆุนุฌุฒูˆุง ุนู† ุทู„ุจู‡ุง ููŠ ุงู„ุนุดุฑ ูƒู„ู‡

Berkata Abu Bakar: Khabar ini memiliki dua makna. Pertama, pada malam ke tujuh terakhir karena Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tatkala mengetahui adaya kesesuaian dengan mimpi sahabat bahwa Lailatul Qadr terjadi pada tujuh malam terakhir pada tahun itu, maka beliau memerintahkan mereka pada tahun itu untuk mencarinya pada tujuh malam terakhir. Kedua, perintah Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam kepada para sahabat untuk mencari pada tujuh malam terakhir dikaitkan jika mereka lemah dan tidak kuat mencarinya pada sepuluh hari semuanya. (Lihat Shahih Ibnu Khuzaimah No. 2182)

Makna ini diperkuat lagi oleh hadits yang menunjukkan alasan kenapa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan mengintai tujuh hari terakhir.

Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุชูŽู…ูุณููˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ููŽุฅูู†ู’ ุถูŽุนูููŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุฌูŽุฒูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูุบู’ู„ูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุจูŽูˆูŽุงู‚ููŠ

Bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œCarilah dia pada sepuluh malam terakhir (maksudnya Lailatul Qadar) jika kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai dikalahkan oleh tujuh hari sisanya.โ€ (HR. Muslim No. 1165, 209)

📌 Kemungkinan besar adalah pada malam ganjilnya

Kemungkinan lebih besar adalah Lailatul Qadr itu datangnya pada malam ganjil sebagaimana hadits berikut:

Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูุฑููŠุชู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูุณู‘ููŠุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ูููŠ ูˆูุชู’ุฑู

โ€œSeseungguhnya Aku diperlihatkan Lailatul Qadar, dan aku telah dilupakannya, dan saat itu pada sepuluh malam terakhir, pada malam ganjil.โ€ (HR. Bukhari No. 638, 1912, 1923)

Dalam riwayat lain:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽูˆู’ุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œDari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œCarilah oleh kalian Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.โ€ (HR. Bukhari No. 1913)

Ada dua pelajaran dari dua hadits yang mulia ini. Pertama, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sendiri tidak tahu persis kapan datangnya Lailatu Qadar karena dia lupa. Kedua, datangnya Lailatul Qadar adalah pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir.

📌 Malam ke 24, 25, 27 dan 29?

Imam Bukhari meriwayatkan, dari Ibnu โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

ุงู„ุชู…ุณูˆุง ููŠ ุฃุฑุจุน ูˆุนุดุฑูŠู†

โ€œCarilah pada malam ke 24.โ€ (Atsar sahabat dalam Shahih Bukhari No. 1918)

Imam Bukhari juga meriwayatkan, dari โ€˜Ubadah bin Ash Shamit Radhiallahu โ€˜Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ููŽุงู„ู’ุชูŽู…ูุณููˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณูŽุฉู

โ€œMaka carilah Lailatul Qadar pada malam ke sembilan, tujuh, dan lima (pada sepuluh malam terakhir, pen).โ€ (HR. Bukhari No. 49, 1919)

Berkata seorang sahabat mulia, Ubay bin Kaโ€™ab Radhiallahu โ€˜Anhu:

ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽูŠู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู‡ููŠูŽ ู‡ููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ูŽุง ู‡ููŠูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุตูŽุจููŠุญูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุทู’ู„ูุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูููŠ ุตูŽุจููŠุญูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกูŽ ู„ูŽุง ุดูุนูŽุงุนูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง

โ€œDemi Allah, seseungguhnya aku benar-benar mengetahui malam yang manakah itu, itu adalah malam yang pada saat itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk shalat malam, yaitu malam yang sangat cerah pada malam ke 27, saat itu tanda-tandanya hingga terbitnya matahari, pada pagi harinya putih terang benderang, tidak ada panas.โ€ (HR. Muslim No. 762)

Bukan hanya Ubay bin Kaโ€™ab, tapi juga sahabat yang lain. Salim meriwayatkan dari ayahnya Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฑูุคู’ูŠูŽุงูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ููŽุงุทู’ู„ูุจููˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง

โ€œSeorang laki-laki melihat Lailatul Qadr pada malam ke 27. Maka, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: Aku melihat mimpi kalian pada sepuluh malam terakhir, maka carilah pada malam ganjilnya.โ€ (HR. Muslim No. 1165)

Inilah riwayat yang dijadikan pegangan oleh jumhur ulama, bahwa kemungkinan besar Lailatul Qadr adalah pada malam ke 27. Namun, perselisihan tentang kepastiannya sangat banyak, sehingga bisa dikatakan bahwa jawaban terbaik dalam Kapan Pastinya Lailatul Qadr adalah wallahu aโ€™lam.

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani Rahimahullah:

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุงูุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑ ุงูุฎู’ุชูู„ูŽุงูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง . ูˆูŽุชูŽุญูŽุตู‘ูŽู„ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฐูŽุงู‡ูุจู‡ู…ู’ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง

โ€œPara ulama berbeda pendapat tentang Lailatul Qadr dengan perbedaan yang banyak. Kami menyimpulkan bahwa di antara pendapat-pendapat mereka ada lebih 40 pendapat.โ€ (Fathul Bari, 4/262. Darul Fikr)

2⃣8⃣ Doa ketika Lailatul Qadar

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan doa khusus untuk kita baca ketika Lailatul Qadar.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ุฃูŽูŠู‘ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ูููŠู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนููููˆู‘ูŒ ูƒูŽุฑููŠู…ูŒ ุชูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู‘ููŠ

Dari โ€˜Aisyah dia berkata โ€œAku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa pada suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?โ€ Beliau menjawab: โ€œUcapkanlah, โ€˜Allahumma innaka โ€˜afuwwun karim tuhibbul โ€˜afwa faโ€™fuโ€™anni.โ€

(HR. At Tirmidzi No. 3513, At Tirmidzi berkata: hasan shahih. Ibnu Majah No. 3850. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat As Silsilah Ash Shahihah No. 3337, Shahihul Jamiโ€™ No. 4423, dan lainnya)

2⃣9⃣ Orang yang tidak berpuasa tanpa alasan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, secara marfuโ€™:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุนูุฐู’ุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุฑูŽุถู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุถูู‡ู ุตููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู

Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya. (HR. Bukhari No. 1934)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุนุฑู‰ ุงู„ุงุณู„ุงู…ุŒ ูˆู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุฏูŠู† ุซู„ุงุซุฉุŒ ุนู„ูŠู‡ู† ุฃุณุณ ุงู„ุงุณู„ุงู…ุŒ ู…ู† ุชุฑูƒ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู†ู‡ู†ุŒ ูู‡ูˆ ุจู‡ุง ูƒุงูุฑ ุญู„ุงู„ ุงู„ุฏู…: ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉุŒ ูˆุตูˆู… ุฑู…ุถุงู†

Tali Islam dan kaidah-kaidah agama ada tiga, di atasnyalah agama Islam difondasikan, dan barangsiapa yang meninggalkannya satu saja, maka dia kafir dan darahnya halal ( untuk dibunuh), (yakni): Syahadat Laa Ilaaha Illallah, shalat wajib, dan puasa Ramadhan.โ€

(HR. Abu Yaโ€™ala No. 2349, Alauddin Al muttaqi Al Hindi dalam Kanzul โ€˜Ummal No. 23, juga Ad Dailami dan dishahihkan oleh Imam Adz Dzahabi. Berkata Hammad bin Zaid: aku tidak mengetahui melainkan hadits ini telah dimarfuโ€™kan kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan, Majmaโ€™ Az Zawaid, 1/48. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah. Tetapi didhaifkan oleh Syaikh Al Albani Rahimahullah)

Berkata Imam Adz Dzahabi Rahimahullah:

ูˆุนู†ุฏ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ู…ู‚ุฑุฑ: ุฃู† ู…ู† ุชุฑูƒ ุตูˆู… ุฑู…ุถุงู† ุจู„ุง ู…ุฑุถุŒ ุฃู†ู‡ ุดุฑ ู…ู† ุงู„ุฒุงู†ูŠุŒ ูˆู…ุฏู…ู† ุงู„ุฎู…ุฑุŒ ุจู„ ูŠุดูƒูˆู† ููŠ ุฅุณู„ุงู…ู‡ุŒ ูˆูŠุธู†ูˆู† ุจู‡ ุงู„ุฒู†ุฏู‚ุฉุŒ ูˆุงู„ุงู†ุญู„ุงู„

โ€œBagi kaum mukminin telah menjadi ketetapan bahwa meninggalkan puasa Ramadhan padahal tidak sakit adalah lebih buruk dari pezina dan pemabuk, bahkan mereka meragukan keislamannya dan mencurigainya sebagai zindiq dan tanggal agamanya.โ€ (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/434. Lihat juga Imam Al Munawi, Faidhul Qadir, 4/410. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

3⃣0⃣ Puasa adalah tameng dari Api Neraka

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงูŽู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

“Puasa adalah tameng, orang berpuasa akan melindungi dirinya dari api neraka.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya No. 14669)

Imam Al Haitsami mengatakan: isnadnya hasan. (Majma’ Az Zawaid, No. 5077)

Berkata Syaikh Syu’aib Al Arnauth:

ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ุจุทุฑู‚ู‡ ูˆุดูˆุงู‡ุฏู‡ ูˆู‡ุฐุง ุฅุณู†ุงุฏ ุญุณู†

“Hadits shahih dengan berbagai jalur dan penguatnya. Isnad hadits ini hasan.” (Ta’liq Musnad Ahmad No. 14669, Jadi sanad hadits ini hasan, namun terangkat menjadi shahih karena banyaknya jalan. Demikian menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Syaikh Al Albani juga menghasankan hadits ini. Lihat Shahihul Jami’ No. 4308)
Wallahu Aโ€™lam

💐🌸🌼🌷🌻🌺🍀☘🌿

✒ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top