Framing dan Stigma; Lagu Lama Kaum Kuffar dan Munafikun

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📌 Memunculkan opini dengan melakukan “framing” dan “Stigma” bukanlah hal baru dialami Islam dan umat Islam

📌 Dahulu, kaum munafik menyebut orang-orang beriman dengan sebutan “sufaha” (orang-orang bodoh) ..

Allah Ta’ala berfirman: Qaaluu anu’minu kamaa aamanas sufahaa ? – “Orang-orang munafiq berkata: apakah kami harus beriman seperti orang-orang bodoh itu beriman ?” (Qs. Al Baqarah: 13)

📌 Dahulu, mereka menyebut Al Quran adalah dongeng orang-orang terdahulu.

Allah Ta’ala berfirman: Idza tutla ‘alaihi aayatuna qaala asathiirul awwaliin – jika dibacakan kepadanya ayat Kami, dia mengatakan: ini adalah dongeng orang terdahulu. (Qs. Al Qalam: 15)

📌 Dahulu, mereka telah menyebut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai Ahli Sihir dan Pendusta

Allah Ta’ala berfirman: Wa ‘ajibuu an jaa’a minhum wa qaalal kaafiruuna haadza saahirun kadzdzaab – Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka. Dan orang-orang kafir berkata, โ€œIni adalah seorang ahli sihir yang banyak berdustaโ€ (Qs. Shaad: 4)

📌 Dahulu, mereka menyebut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai penyair dan gila

Allah Ta’ala berfirman: Wa yaquuluna ainnaa lataarikuu aalihatinaa lisyaa’irim majnuun – Dan mereka berkata, โ€œApakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami hanya karena seorang penyair gila?โ€ (Qs. Ash Shaffat: 36)

📌 Semua yang disebutkan oleh kaum kuffar dan munafik terhadap Nabi, Al Quran, dan Islam, tidak lain adalah untuk menjauhkan manusia dari ajarannya, membuat ragu dan distorsi

Maka ….

📷 Jika hari ini Islam dan umat Islam disebut :

🏹 Radikal
🔫 Teroris
✂ Anti Kebhinekaan dan NKRI
💣 Sumbu Pendek

Itu adalah lagu lama .. tuduhan lama .. yang dimainkan oleh wajah-wajah baru kaum kuffar dan munafikun, dengan tujuan menjauhkan umat manusia dari Islam, dan menjauhkan umat Islam sendiri dari agamanya, dari Tuhannya, Kitab sucinya, Nabinya, dan aturan-aturannya.

Wallahul Musta’an !

☘🌸🌺🌴🍃🌷🌾🌻

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top